Poin Penting
- CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG berpotensi melemah pada Senin (30/3), dengan support 6.880–6.986 dan resistance 7.205–7.315
- IHSG sebelumnya ditutup turun 0,94 persen ke level 7.097,05, tertekan pelemahan indeks Wall Street, lonjakan harga minyak, serta aksi net sell asing Rp1,89 triliun
- Meski ada tekanan, penguatan harga komoditas global menjadi sentimen positif; CGS merekomendasikan saham ENRG, ELSA, AKRA, EMAS, DSNG, dan PTBA.
Jakarta – CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini, Senin (30/3), berpotensi kembali melemah secara teknikal.
“IHSG hari ini diperkirakan dapat kembali bergerak melemah dengan support 6.880-6.986 dan resistance 7.205-7.315,” tulis analis CGS dalam risetnya di Jakarta, 30 Maret 2026.
Pada perdagangan Jumat (27/3), IHSG ditutup di zona merah pada level 7.097,05 atau terkoreksi 0,94 persen dari posisi 7.164,09.
Baca juga: Berikut 5 Saham Pemicu Melemahnya IHSG Sepekan
Tekanan pasar, menurut analis CGS, dipicu oleh pelemahan mayoritas indeks utama di Wall Street seiring lonjakan harga minyak mentah global. Selain itu, aksi net sell investor asing yang mencapai Rp1,89 triliun pada perdagangan akhir pekan lalu turut menjadi sentimen negatif bagi IHSG.
Di sisi lain, penguatan mayoritas harga komoditas global diperkirakan dapat memberikan sentimen positif bagi pasar.
Baca juga: Indeks Infobank15 Turun Tipis, Pergerakan Saham Bank Masih Variatif
Rekomendasi Saham
Sementara pada perdagangan hari ini CGS merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati investor, yakni PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Elnusa Tbk (ELSA), dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).
Selain itu, saham lain yang turut direkomendasikan adalah PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), serta PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA). (*)
Editor: Galih Pratama










