Ilustrasi papan layar pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Pilarmas Investindo Sekuritas melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal hari ini (27/6) akan berpotensi mengalami penguatan terbatas dengan level support 6.820 dan level resistance 6.950.
“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance di level 6.820-6.950. Potensi koreksi, tetap terbuka,” tulis manajemen dalam market review di Jakarta, 27 Juni 2024.
Pilarmas melihat, sentimen yang akan memengaruhi pergerakan IHSG hari ini antara lain adalah dari mancanegara yang terkait dengan data ekonomi dari Amerika Serikat (AS) yang cukup mengejutkan, yaitu turunnya data penjualan rumah baru yang turun dari sebelumnya 2 persen menjadi minus 11,3 persen mom.
Baca juga: IFG Life Resmi Akuisisi 80 Persen Saham Mandiri Inhealth
Angka tersebut merupakan penjualan rumah paling lambat sejak November, yang disebabkan oleh adanya kenaikkan harga dan tingginya tingkat suku bunga KPR di AS.
Sementara itu, dari domestik, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan realisasi penerimaan pajak sepanjang Januari hingga Mei 2024 mengalami penurunan sebesar 8,4 persen atau tercatat sebesar Rp760,4 triliun lebih rendah dari periode yang sama pada tahun lalu yang sebesar Rp830,5 triliun.
Menteri Keuangan menyampaikan bahwa penurunan tersebut seiring dengan turunnya penerimaan pajak lantaran harga komoditas yang melemah pada 2023 sehingga dirasakan pada tahun ini.
Baca juga: Jual Saham Suryacipta Swadaya ke PBL, SSIA Bakal Kantongi Rp2,8 Triliun
Hal ini tentunya akan membebani APBN 2024 dan menjadi tantangan pemerintah untuk menjaga serta meningkatkan penerimaan pajak agar APBN tetap terjaga.
Adapun, dalam upaya peningkatan penerimaan pajak adalah dilakukannya penyebaran Surat Permintaan Penjelasan atas Data dan/atau Keterangan atau disingkat SP2DK, dengan kondisi perekonomian global maupun domestik yang mulai membaik, diharapkan penerimaan pajak akan kembali bertumbuh pada akhir tahun nanti. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More