Ilustrasi: Pekerja berada di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – CGS International Sekuritas Indonesia melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal hari ini (18/2) berpotensi akan melanjutkan penguatannya.
“IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan kisaran support 6.690-6.760 dan resistance 6.900-6.970,” tulis manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, 18 Februari 2025.
Di mana, pada perdagangan kemarin IHSG ditutup ke posisi 6.830,88 dari dibuka pada level 6.638,45 atau mengalami peningkatan hingga 2,90 persen.
Baca juga: Bos BRI Ungkap Strategi untuk Menjaga Soliditas Meski Harga Saham Turun
Manajemen CGS menjelaskan bahwa, rencana aksi korporasi dan laporan keuangan emiten serta mulai adanya aliran dana masuk dari investor asing diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk IHSG.
Sementara itu naiknya harga beberapa komoditas seperti emas, nikel, dan CPO berpeluang menjadi tambahan sentimen positif di pasar.
Baca juga: Wadirut Bank Mandiri Alexandra Askandar Borong Saham BMRI, Segini Nilainya
Adapun, CGS International Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham untuk hari ini, di antaranya adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).
Kemudian tiga saham lain yang direkomendasikan, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More