Market Update

IHSG Berpeluang Menguat, Analis Rekomendasikan Saham BBRI, ARCI hingga BUVA

Poin Penting

  • IHSG berpeluang menguat untuk menguji level 9.030–9.077, namun investor diminta waspada potensi koreksi ke area 8.843–8.904.
  • Pada perdagangan Jumat (9/1), IHSG ditutup naik 0,13 persen ke level 8.936, dengan tekanan jual yang relatif mulai mengecil.
  • Rekomendasi saham MNC Sekuritas hari ini mencakup ARCI, BBRI, BUMI, dan BUVA, dengan mayoritas strategi buy on weakness dan potensi lanjutan penguatan teknikal.

Jakarta – MNC Sekuritas memproyeksi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal pada hari ini (12/1) diperkirakan masih berpeluang menguat untuk menguji level 9.030-9.077.

“Dapat dicermati area penguatan IHSG pada rentang 9.030-9.077. Waspadai akan adanya koreksi yang diperkirakan menguji 8.843-8.904,” tulis analis MNC Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, 12 Januari 2026.

Diketahui, IHSG pada perdagangan Jumat lalu (9/1) kembali ditutup menguat sebanyak 0,13 persen ke posisi 8.936 dan didominasi tekanan jual yang relatif mengecil.

Baca juga: Begini Gerak Saham Indeks INFOBANK15 di Tengah Penguatan IHSG

Rekomendasi Saham Hari Ini

Pada perdagangan saham hari ini MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang bepotensi kasih cuan, di antaranya adalah PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA).

ARCI – Buy on Weakness

ARCI menguat 4,31 persen ke 1.695 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatannya pun masih bertahan di atas MA20. MNC Sekuritas memperkirakan, posisi ARCI saat ini sedang berada pada bagian dari wave 4 dari wave (C).

  • Buy on Weakness: 1.575-1.610
  • Target Price: 1.750, 1.950
  • Stoploss: below 1.525

BBRI – Spec Buy

BBRI terkoreksi 0,81 persen ke 3.680 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. MNC Sekuritas memperkirakan, posisi BBRI sedang berada pada bagian dari awal wave (iii) dari wave [c].

  • Spec Buy: 3.630-3.650
  • Target Price: 3.780, 3.830
  • Stoploss: below 3.590

BUMI – Buy on Weakness

BUMI menguat 0,43 persen ke 462 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. Selama masih mampu berada di atas 442 sebagai stoploss-nya, maka posisi BUMI diperkirakan sedang berada bagian dari wave v dari wave (v) dari wave [iii].

  • Buy on Weakness: 450-456
  • Target Price: 486, 510
  • Stoploss: below 442
Baca juga: Sempat Sentuh Level 9.000, IHSG Sepekan Menguat 2,16 Persen

BUVA – Buy on Weakness

BUVA menguat 15,44 persen ke 1.720 dan disertai dengan tingginya volume beli, penguatannya pun mampu berada di atas MA20. MNC Sekuritas perkirakan, posisi BUVA saat ini sedang berada pada bagian dari awal wave [iii] dari wave 5.

  • Buy on Weakness: 1.580-1.645
  • Target Price: 1.760, 1.900
  • Stoploss: below 1.500. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

IHSG Awal Pekan Ini Dibuka Hijau, Sempat Sentuh Level 9.000

Poin Penting IHSG menguat di awal perdagangan: Pada pembukaan 12 Januari 2026 pukul 09.04 WIB,… Read More

35 seconds ago

Rupiah Dibuka Melemah ke Level Rp16.847 per Dolar AS

Poin Penting Rupiah melemah di awal perdagangan Senin (12/1/2026) sebesar 0,17 persen ke level Rp16.847… Read More

1 hour ago

Update Harga Emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian Senin, 12 Januari 2026

Jakarta – Harga emas untuk produk Galeri24 dan UBS yang diperdagangkan pada Senin, 12 Januari 2026 di… Read More

1 hour ago

Catatan HUT ke-47 Infobank: Lazy Bank, Kriminalisasi Kredit Macet, dan Ujian Akhir Disiplin Fiskal

Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut para… Read More

5 hours ago

Rebranding Produk Tabungan BTN Pos, BTN Bidik Dana Murah Rp5 Triliun

Poin Penting BTN rebranding e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos sebagai langkah strategis memperluas inklusi keuangan… Read More

14 hours ago

Aliran Modal Asing Masuk RI Rp1,44 Triliun pada Awal 2026

Poin Penting Aliran modal asing masuk Rp1,44 triliun di awal Januari 2026, mayoritas mengalir ke… Read More

21 hours ago