Market Update

IHSG Berpeluang Melemah, Analis Rekomendasikan 4 Saham Ini

Poin Penting

  • IHSG diprediksi masih rawan koreksi ke level 7.700–7.830, meski berpeluang menguat jangka pendek ke 7.930–7.963.
  • Tekanan jual besar menekan IHSG pada 17 Oktober, ditutup turun 2,57 persen ke 7.915 dan menutup gap koreksi.
  • MNC Sekuritas rekomendasikan saham HMSP, ULTJ, dan UNTR untuk buy on weakness, sementara ASII disarankan sell on strength.

Jakarta – MNC Sekuritas melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal pada hari ini (20/10) diprediksi masih berpeluang untuk melanjutkan pelemahan.

“IHSG rawan melanjutkan koreksinya ke 7.700-7.830. Namun, dalam jangka pendek kami perkirakan IHSG berpeluang menguat untuk menguji kembali 7.930-7.963,” tulis manajemen dalam risetnya di Jakarta, 20 Oktober 2025.

Diketahui, IHSG pada perdagangan Jumat lalu (17/10) ditutup dengan terkoreksi cukup signifikan sebesar 2,57 persen ke 7.915.

Pelemahan IHSG disertai dengan tekanan jual yang relatif besar, pergerakannya pun telah mengenai area koreksi dan menutup gap yang diberikan.

Baca juga: Prospek Pasar Saham Masih Cerah, Mirae Asset Beberkan Penopangnya

Rekomendasi Saham Hari Ini

Pada perdagangan saham hari ini MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi cuan, di antaranya adalah PT H.M. Sampoerna Tbk (HMSP), PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ), PT United Tractors Tbk (UNTR), dan PT Astra International Tbk (ASII).

HMSP – Buy on Weakness

HMSP terkoreksi 2,88 persen ke 675 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. MNC Sekuritas perkirakan, posisi HMSP saat ini sedang berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [i].

  • Buy on Weakness: 615-655
  • Target Price: 735, 770
  • Stoploss: below 610

ULTJ – Buy on Weakness

ULTJ menguat 0,38 persen ke 1.325 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian, pergerakannya pun mampu berada di atas MA60. MNC Sekuritas perkirakan, posisi ULTJ saat ini sedang berada di awal wave C dari wave (A).

  • Buy on Weakness: 1.315-1.325
  • Target Price: 1.345, 1.405
  • Stoploss: below 1.295

UNTR – Buy on Weakness

UNTR menguat 3,75 persen ke 26.950 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatannya pun mampu menembus MA20. MNC Sekuritas memperkirakan, posisi UNTR sedang berada pada bagian awal dari wave (v) dari wave [c].

  • Buy on Weakness: 26.350-26.875
  • Target Price: 27.350, 28.025
  • Stoploss: below 25.825
Baca juga: Dua Sektor Saham Ini Bisa Jadi Pilihan di Tengah Aksi Profit Taking Saham Konglo

ASII – Sell on Strength

ASII terkoreksi 2,17 persen ke 5.625 dan masih didominasi oleh tekanan jual, pergerakannya pun sudah menembus MA20. MNC Sekuritas perkirakan, posisi ASII saat ini sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 3, sehingga ASII rawan melanjutkan koreksinya ke rentang 5.200-5.375.

  • Sell on Strength: 5.675-5.750. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Bank BPD Bali Sudah Setor Dividen Rp826 Miliar ke Pemda

Poin Penting Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan… Read More

9 hours ago

Rekomendasi 5 Aplikasi Nabung Emas yang Aman dan Praktis

Poin Penting Kini menabung emas bisa dilakukan di aplikasi emas yang menawarkan transaksi yang aman… Read More

10 hours ago

Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Begini Respons Pemerintah

Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More

15 hours ago

Investasi Reksa Dana BNI AM Kini Bisa Dibeli di Kantor Cabang KB Bank

Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More

15 hours ago

Kadin Gandeng US-ABC Perluas Ekspor Alas Kaki ke AS

Poin Penting Kamar Dagang dan Industri Indonesia teken MoA dengan US-ASEAN Business Council untuk perluas… Read More

18 hours ago

Alasan Mahkamah Agung AS “Jegal” Kebijakan Tarif Trump

Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal global Donald Trump karena dinilai melanggar… Read More

20 hours ago