Poin Penting
- IHSG pada perdagangan sesi I ditutup melemah tajam 2,76 persen ke level 6.144,35, setelah sebelumnya sempat dibuka menguat pada perdagangan pagi hari.
- Tekanan jual terjadi hampir di seluruh pasar dengan 601 saham terkoreksi, sementara total nilai transaksi mencapai Rp9,78 triliun dan volume perdagangan menyentuh 19,91 miliar saham.
- Seluruh sektor saham berada di zona merah, dipimpin sektor bahan baku yang anjlok 6,49 persen dan sektor energi turun 5,02 persen, meski mayoritas bursa Asia justru bergerak menguat.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I, Kamis (21/5), berbalik ditutup merosot ke level 6.144,35 atau turun 2,76 persen dari posisi 6.318,50.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 19,91 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 1,28 juta kali, dan total nilai transaksi tercatat mencapai Rp9,78 triliun.
Kemudian, tercatat sebanyak 601 saham terkoreksi, 118 saham menguat, dan 94 saham stagnan.
Baca juga: IHSG Rebound 0,60 Persen usai Tekanan BI Rate, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
Lalu seluruh sektor saham berada di zona merah. Sektor bahan baku mencatat penurunan terdalam 6,49 persen, diikuti sektor energi 5,02 persen, transportasi 4,69 persen, sektor siklikal 4,11 persen, sektor industrial turun 4,02 persen, dan sektor infrastruktur melemah 3,88 persen.
Selain itu, sektor properti turun 2,35 persen, kesehatan melemah 1,29 persen, sektor keuangan terkoreksi 1,10 persen, non-siklikal turun 1,07 persen, dan sektor teknologi melemah 0,93 persen.
Baca juga: IHSG akan Bergerak di Rentang 6.200-6.450, Investor Masih Wait and See
Di tengah tekanan pada IHSG, mayoritas indeks bursa Asia justru bergerak menguat.
Shanghai Composite Index naik 0,15 persen, Hang Seng Index menguat 0,03 persen, dan Nikkei 225 Index Tokyo melonjak 3,67 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra


