Poin Penting
- IHSG dibuka turun 0,15 persen ke level 5.737,90.
- Pasar masih mencermati kebijakan kenaikan BI Rate menjadi 5,50 persen.
- Wacana buyback saham bank BUMN menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan pelaku pasar.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Rabu (10/6/2026) di zona merah setelah dibuka melemah 0,15 persen ke level 5.737,90 dari penutupan sebelumnya di posisi 5.746,64.
Berdasarkan statistik RTI Business pada pukul 09.00 WIB, sebanyak 658,39 juta saham telah diperdagangkan dengan frekuensi perpindahan tangan mencapai 64 ribu kali dan nilai transaksi sebesar Rp594,86 miliar.
Baca juga: IHSG Berpotensi Menguat, BBNI Hingga INET Direkomendasikan
Pada awal perdagangan, sebanyak 150 saham terkoreksi, 290 saham menguat, dan 219 saham bergerak stagnan.
IHSG Diproyeksi di Kisaran 5.600-5.850
Manajemen Phintraco Sekuritas sebelumnya memperkirakan IHSG pada pekan ini bergerak dalam rentang 5.600 hingga 5.850.
“IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran 5.600-5.850,” kata Manajemen Phintraco dalam risetnya di Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.
Pada perdagangan sebelumnya, Selasa (9/6), IHSG ditutup melonjak 7,57 persen ke level 5.746,65. Seluruh sektor mencatatkan penguatan, dengan sektor bahan baku memimpin kenaikan sebesar 9,97 persen.
Baca juga: IHSG Terbang 7,57 Persen, Kapitalisasi Pasar Kembali Bergairah di Tengah Reli Saham
Kenaikan BI Rate
Sentimen yang akan memengaruhi, yakni di luar jadwal RDG yang harusnya dilakukan pada pekan depan, Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50 persen, Selasa, 9 Juni 2026.
Kebijakan tersebut mendapat respons positif dari pasar, tecermin dari penguatan nilai tukar rupiah sebesar 0,65 persen ke level Rp18.065 per dolar Amerika Serikat (AS).
BI menilai langkah lanjutan diperlukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah melalui peningkatan imbal hasil dan berbagai insentif guna mendorong masuknya aliran modal asing.
Stabilisasi nilai tukar rupiah diharapkan dapat menjaga ketahanan ekonomi nasional sekaligus mendukung pencapaian target inflasi pada 2026 dan 2027.
Baca juga: IHSG dan Rupiah Tiba-tiba Kompak “Meledak”, Apa Sentimen Pendorongnya?
Selain menaikkan BI Rate, BI juga meningkatkan suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan. Bank sentral turut memberikan insentif berupa penurunan biaya hedging swap bagi investor asing sebesar 10 persen.
BI juga membuka kembali fasilitas lelang instrumen repo dengan tenor 3, 6, 9, dan 12 bulan bagi perbankan serta meningkatkan intensitas operasi moneter rupiah dan valuta asing guna memperkuat stabilitas nilai tukar.
Buyback Saham Bank BUMN Masuk Pembahasan
Di sisi lain, DPR telah berkoordinasi dengan sejumlah institusi, termasuk Danantara, BPJS Ketenagakerjaan, PT Taspen (Persero), dan bank-bank Himbara untuk menyiapkan langkah strategis dalam merespons dinamika pasar modal.
Salah satu opsi yang tengah dibahas adalah rencana buyback saham bank-bank BUMN yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sebagai upaya menjaga stabilitas pasar. (*)
Editor: Yulian Saputra


