Poin Penting
- IHSG dibuka naik 0,61% ke level 8.065,43 dengan nilai transaksi Rp577,81 miliar dan 237 saham menguat.
- Inflasi Februari 2026 naik 4,76% yoy, di atas target BI, sementara asing mencatat outflow Rp631 miliar.
- Harga minyak WTI melonjak 6,28% ke USD71,23 per barel, Wall Street cenderung positif, namun bursa Asia melemah.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik dibuka rebound ke level 8.065,43 dari posisi 8.016,83 atau menguat 0,61 persen pada pembukaan perdagangan Selasa (3/3) pagi ini pukul 9:00 WIB.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 848,69 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 70 ribu kali. Total nilai transaksi mencapai Rp577,81 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 180 saham terkoreksi, sebanyak 237 saham menguat dan sebanyak 240 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Ditutup Ambles 2 Persen Lebih ke Level 8.016
Sebelumnya, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, melihat IHSG secara teknikal pada hari ini diprediksi akan bergerak melemah di rentang level 7.900-8.050.
“Pada perdagangan kemarin (2/3), IHSG ditutup turun 2,65 persen atau melemah 218,65 poin ke level 8.016. IHSG hari ini (3/3) diprediksi koreksi dalam kisaran 7.900-8.050,” kata Ratih dalam risetnya di Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026.
Ia melihat pergerakan IHSG dipengaruhi sentimen domestik, termasuk arus keluar investor asing di seluruh pasar ekuitas sebesar Rp631 miliar. Seluruh sektor melemah, kecuali sektor energi yang naik 1,54 persen pada Senin (2/3).
Baca juga: IHSG Masih Berpeluang Melemah, Ini Katalis Penggeraknya
Selain itu, IHSG juga tertekan setelah rilis inflasi Februari 2026 yang tercatat 4,76 persen secara tahunan, naik dari 3,55 persen pada bulan sebelumnya dan berada di atas target Bank Indonesia (BI) sebesar 1,5–3,5 persen.
Kenaikan inflasi dipicu efek basis rendah (low base effect) setelah berakhirnya diskon tarif listrik rumah tangga 50 persen pada Januari-Februari 2026.
Di sisi lain, rupiah JISDOR terdepresiasi ke Rp16.848 per dolar AS (2/3) seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik.
Sentimen Global dan Pergerakan Bursa Dunia
Konflik di Timur Tengah mendorong harga minyak mentah WTI naik 6,28 persen ke USD71,23 per barel. Kenaikan harga minyak berpotensi menekan nilai tukar dan memicu inflasi.
Baca juga: Konflik Iran-AS Picu Capital Outflow, IHSG dan Rupiah Terancam Tertekan
Dari pasar global, bursa Wall Street bergerak terbatas cenderung positif. Indeks Nasdaq naik 0,36 persen, sedangkan Dow Jones turun 0,15 persen (2/3). Meski ditutup rebound, Wall Street sempat melemah di awal sesi akibat aksi buy on weakness saat pasar turun.
Sementara itu, bursa Asia Pasifik dibuka melemah. Indeks Nikkei 225 turun 1,04 persen dan KOSPI merosot 1,21 persen (3/3). (*)
Editor: Yulian Saputra










