Poin Penting
- IHSG ditutup melemah 0,25 persen ke level 6.101,33 pada perdagangan 23 Juni 2026.
- Transaksi mencapai Rp32,93 triliun dengan 41,53 miliar saham diperdagangkan.
- Sektor kesehatan menjadi penguat terbesar, sementara teknologi dan keuangan tertekan.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (23/6) masih belum mampu bangkit dan ditutup di zona merah pada level 6.101,33, melemah 0,25 persen dari posisi sebelumnya 6.116,69.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 373 saham terkoreksi, 282 saham menguat, dan 160 saham tetap tidak berubah.
Sebanyak 41,53 miliar saham diperdagangkan dengan 1,79 juta kali frekuensi perpindahan tangan, dan total nilai transaksi Rp32,93 triliun.
Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 1 Persen Lebih ke Posisi 6.037
Selanjutnya, mayoritas indeks dalam negeri juga bergerak melemah, dengan LQ45 turun 0,13 persen ke 598,43, IDX30 merosot 0,21 persen jadi 338,01, dan Sri-Kehati melemah 0,56 persen ke 292,52. Sedangkan, JII turun 0,54 persen menjadi 363,37.
Meski IHSG melemah, sejumlah sektor justru mencatat penguatan. Sektor kesehatan naik 3,97 persen, disusul properti 1,54 persen, bahan baku 0,49 persen, industrial 0,46 persen, siklikal 0,28 persen, infrastruktur 0,27 persen, dan non-siklikal 0,15 persen.
Namun, beberapa sektor masih tertekan, yakni teknologi yang turun 1,05 persen, keuangan melemah 0,62 persen, energi turun 0,61 persen, serta transportasi turun 0,15 persen.
Baca juga: IHSG Pekan Ini Berpotensi Bergerak di Kisaran 6.100-6.250, Berikut Sentimennya
Saham Paling Aktif
Saham yang masuk jajaran top gainers antara lain PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan PT Akasha Wira International Tbk (ADES).
Sementara itu, saham top losers di antaranya PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (PRAY), dan PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ).
Adapun tiga saham yang paling aktif diperdagangkan adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). (*)
Editor: Yulian Saputra


