Pekerja melintas di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Phintraco Sekuritas melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini (13/6) secara teknikal berpeluang untuk bergerak pada rentang level 7.150-7.250.
“Kami memperkirakan IHSG berpotensi bergerak dalam rentang level 7.150-7.250 pada perdagangan Jumat (13/6),” tulis Research Team Phintraco Sekuritas dalam risetnya dikutip, 13 Juni 2025.
Hal ini dipicu oleh HSG pada perdagangan kemarin (12/6) ditutup ditutup melemah ke level 7.204,37 atau turun 0,25 persen dan secara teknikal, terdapat pelebaran negative slope pada MACD, sementara Stochastic RSI berada pada pivot area.
Baca juga: Mirae Asset Rekomendasikan Saham Emiten Emas Makin Berkilau, Ini Alasannya
Lalu, dari sentimen global Amerika Serikat (AS), pasar mengantisipasi rilis data Michigan Consumer Sentiment Prelimenary pada bulan Juni 2025 (13/6) yang diperkirakan naik ke level 53,5 dari 52,2 di Mei 2025. Ini menandakan bahwa kepercayaan konsumen terhadap kondisi ekonomi AS mengalami peningkatan.
Sementara itu, dari kawasan Eropa, pasar mengantisipasi rilis data Inflasi bulan Mei 2025 di Jerman yang diperkirakan stabil di level 2,1 persen year on year (yoy).
Lebih lanjut dari regional, pasar mengantisipasi rilis data Industrial Production pada bulan April 2025 di Jepang (13/6) yang diperkirakan turun menjadi 0,7 persen yoy dari 1 persen yoy di Maret 2025, menandakan bahwa aktivitas industri di Jepang mengalami perlambatan.
Sementara dari domestik, pasar mengantisipasi rilis data Retail Sales bulan April 2025 yang diperkirakan tumbuh 2,1 persen yoy, lebih rendah dari realisasi pertumbuhan 5,5 persen yoy di Maret 2025 seiring dengan normalisasi pasca Ramadan dan Lebaran.
Baca juga: BTPN Syariah Mau Buyback Saham, Segini Dana yang Disiapkan
Phintraco Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham untuk hari ini, di antaranya adalah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), dan PT PP (Persero) Tbk (PTPP).
Selanjutnya, ada PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN). (*)
Editor: Galih Pratama
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More
Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More
Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More
Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More
Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More
Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More