Poin Penting
- Purbaya menilai koreksi IHSG dipicu berbagai rumor negatif di pasar domestik.
- Isu potensi penurunan peringkat kredit Indonesia oleh S&P disebut menjadi salah satu sentimen.
- Pemerintah menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan optimistis IHSG akan kembali menguat.
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dipengaruhi oleh maraknya isu dan rumor negatif yang beredar di pasar.
Menurut Purbaya, salah satu sentimen yang menekan pasar adalah kabar mengenai kemungkinan lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s (S&P) menurunkan peringkat kredit Indonesia.
“Karena banyak isu-isu negatif, yang jatuh cuma kita sendiri sama china. Jadi saya pikir banyak rumor di dalam negeri yang pasti ketika S&P datang ke sini, ada rumor S&P akan men-downgrade. Padahal saya baru mau ketemu nanti malam,” kata purbaya saat ditemui di Kompleks DPR RI, Rabu, 3 Juni 2026.
Baca juga: IHSG Kembali Dibuka Melemah 0,59 Persen ke Level 5.905
Meski IHSG mengalami tekanan, Purbaya menilai pelemahan tersebut hanya bersifat jangka pendek. Ia menegaskan kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih solid.
“Jangan takut, fundamental ekonomi bagus. ini mungkin ada short, ketakutan orang jangka pendek saja. fondasi ekonomi bagus, nggak ada masalah. pendapatan pajak di Mei aja masih kencang,” katanya.
Menurutnya, kinerja penerimaan negara yang masih kuat menjadi salah satu indikator bahwa kondisi ekonomi nasional tetap berada dalam jalur yang positif.
Daya Beli Masyarakat Masih Terjaga
Purbaya juga menyoroti kuatnya permintaan domestik yang tecermin dari aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai sektor.
“Di mana-mana ramai kan, tempat hiburan, hotel, di jalan. Jakarta juga ramai. saya pikir kalau liburan ke daerah, jakarta kosong, ternyata rame juga. jadi emang domestik demand masih kuat, daya beli masyarakat masih cukup kuat. Itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi kita. jadi nggak usah takut kita akan jeblok,” ujarnya.
Baca juga: Update Harga Emas Hari Ini (4/6): Antam Stabil, Galeri24 dan UBS Melorot
Ia menilai konsumsi masyarakat yang tetap terjaga akan menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
Optimistis IHSG Akan Kembali Menguat
Mantan Kepala LPS itu pun optimistis IHSG dapat kembali menguat seiring kuatnya fondasi ekonomi nasional. Pemerintah juga akan terus menjaga sentimen pasar agar tetap kondusif.
“Saya yakin akan naik lagi karena fondasi ekonomi bagus. Kalau nanya level nggak tahu. Saya bilang nggak usah takut. Jadi kita akan pastikan lagi semuanya lebih baik, termasuk menjaga sentimen pasar,” ungkapnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


