Poin Penting
- IHSG dibuka turun 0,59 persen ke level 5.905 pada perdagangan Kamis (4/6).
- Sebanyak 266 saham melemah, 118 saham menguat, dan 242 saham stagnan.
- CGS International memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka di zona merah pada perdagangan Kamis (4/6). Hingga pukul 09.00 WIB, IHSG melemah 0,59 persen ke level 5.905,94 dari posisi penutupan sebelumnya di 5.941,06.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 489,63 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan 54 ribu kali, dan total nilai transaksi tercatat mencapai Rp374,50 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 266 saham terkoreksi, sebanyak 118 saham menguat dan sebanyak 242 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Ditutup Ambles 4,11 Persen, Tinggalkan Level 6.000
Sebelumnya, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG masih akan melanjutkan tren pelemahannya pada perdagangan hari ini.
“IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan kisaran support 5.740-5.840 dan resistance 6.040-6.145,” kata Manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.
Baca juga: IHSG Diproyeksi Melemah ke 5.755-5.814, AADI, BMRI, BUMI, dan MEDC Direkomendasikan
Lebih lanjut, manajemen CGS menilai, pelemahan indeks-indeks utama di Wall Street, kenaikan harga minyak mentah, dan meningkatnya imbal hasil obligasi berpotensi menjadi sentimen negatif bagi pasar saham domestik.
Selain itu, berlanjutnya aksi jual investor asing dan pelemahan nilai tukar rupiah yang mendekati level Rp18.000 per dolar AS juga berpeluang menambah tekanan terhadap pergerakan IHSG.
Enam Saham Rekomendasi CGS
Adapun CGS International Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham untuk hari ini, di antaranya adalah PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).
Kemudian tiga saham lain yang direkomendasikan, PT Indosat Tbk (ISAT), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR).
Saham-saham tersebut dinilai memiliki peluang menarik di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi. (*)
Editor: Yulian Saputra


