Poin Penting
- IHSG berpotensi menguat pada perdagangan perdana 2026 dan diperkirakan menguji level 8.680–8.725 menurut Phintraco Sekuritas.
- Sentimen domestik positif, ditopang penguatan rupiah serta rilis data ekonomi seperti PMI manufaktur, neraca perdagangan, dan inflasi.
- Rekomendasi saham hari ini mencakup BBCA, PANI, BBNI, JSMR, dan ASII.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Jumat (2/1), akan mengawali perdagangan perdana pada 2026. Rencananya, pembukaan perdagangan IHSG akan dihadiri langsung Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto.
Selain Presiden Prabowo, acara tersebut juga akan dihadiri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, Kepala Dewan Komisioner Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi, hingga jajaran Direksi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Baca juga: BEI Tekankan Kolaborasi dan Tanggung Jawab Bersama Bangun Masa Depan Hijau
Lebih lanjut, Manajemen Phintraco Sekuritas menilai secara teknikal IHSG pada perdagangan hari ini berpotensi melanjutkan penguatan.
“Diperkirakan penguatan IHSG berpotensi berlanjut dan menguji level 8.680-8.725,” tulis Research Team Phintraco Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, Jumat, 2 Januari 2026.
Pada perdagangan terakhir tahun 2025 (30/12), IHSG ditutup menguat di level 8.646,94 atau naik 0,03 persen.
Sebelumnya, pergerakan IHSG sempat berada di teritori negatif yang dipicu oleh koreksi saham BBRI dan ADRO yang memasuki ex date dividen.
Sentimen Global dan Data Domestik Jadi Perhatian
Selain itu, koreksi harga emas setelah mencetak rekor tertinggi baru turut menekan saham-saham terkait. Di sisi lain, nilai tukar rupiah ditutup menguat ke level Rp16.771 per dolar AS pada 30 Desember 2025, seiring penguatan mayoritas mata uang Asia.
Kemudian, investor juga akan mencermati sejumlah data ekonomi domestik yang dirilis hari ini (2/1). Indeks S&P Global Manufacturing PMI Desember diperkirakan sedikit membaik ke level 53,6 dari 53,3 pada November 2025.
Baca juga: IHSG Ditutup Menguat ke Posisi 8.646 pada Akhir Perdagangan 2025
Sementara itu, neraca perdagangan November 2025 diproyeksikan mencatat surplus sebesar USD2,7 miliar, meningkat dari surplus USD2,4 miliar pada Oktober 2025. Adapun inflasi Desember 2025 diestimasi melambat menjadi 2,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dari 2,72 persen yoy pada November 2025.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Phintraco Sekuritas turut merekomendasikan sejumlah saham untuk perdagangan hari ini, antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), dan PT Astra International Tbk (ASII). (*)
Editor: Yulian Saputra










