Poin Penting
- IHSG dibuka menguat 0,77% ke level 8.335,84 pada awal perdagangan Senin (23/2/2026), dengan 329 saham naik dan nilai transaksi Rp381,11 miliar.
- Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi uji 8.400, jika mampu ditutup di atas level 8.350 pada pekan ini.
- Sentimen positif datang dari penandatanganan ART dan persetujuan MSCI, meski pasar tetap mencermati proses ratifikasi dan kewajiban kenaikan free float emiten.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan awal pekan ini, Senin, 23 Februari 2026 pukul 09:00 WIB, kembali dibuka naik ke level 8.335,84 dari posisi 8.271,76 atau menguat 0,77 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 956,82 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 56 ribu kali. Total nilai transaksi mencapai Rp381,11 miliar.
Kemudian, sebanyak 329 saham tercatat menguat, 88 saham terkoreksi, sebanyak dan 255 saham stagnan.
Baca juga: IHSG Berpotensi Menguat di Awal Pekan, Ini Katalis Penggeraknya
Baca juga: Mayoritas Saham Indeks INFOBANK15 Menguat, Ini Daftarnya
Manajemen Phintraco Sekuritas sebelumnya memproyeksikan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan pada pekan ini di kisaran 8.350–8.400.
“Diperkirakan IHSG akan bergerak pada kisaran level 8.250-8.380 pada pekan ini. IHSG diperkirakan berpeluang menguji level 8.400 jika mampu ditutup di atas 8.350,” kata Manajemen Phintraco dalam risetnya di Jakarta, Senin, 23 Februari 2026.
Sentimen ART dan Persetujuan MSCI
Dari sisi domestik, investor mencermati langkah pemerintah Indonesia pascapembatalan tarif resiprokal, menyusul penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat (AS).
Namun, perjanjian tersebut belum berlaku efektif karena masih menunggu proses ratifikasi di kedua negara. Selama undang-undang ratifikasi belum disetujui DPR, Indonesia belum terikat secara hukum pada perjanjian tersebut.
Baca juga: Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Begini Respons Pemerintah
Baca juga: 5 Saham Top Leaders Penggerak IHSG Pekan Ini, Siapa Paling Moncer?
Perkembangan tersebut dinilai berpotensi menjadi katalis positif bagi pergerakan pasar saham domestik.
Sentimen tambahan datang dari persetujuan MSCI atas seluruh proposal BEI dan OJK. Meski demikian, investor diperkirakan tetap mencermati implikasi kewajiban 267 emiten yang harus meningkatkan porsi free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra










