IHSG Awal Pekan Masih Berpotensi Melemah, Ini Katalis Penggeraknya

IHSG Awal Pekan Masih Berpotensi Melemah, Ini Katalis Penggeraknya

Poin Penting

  • IHSG diprediksi melanjutkan pelemahan dengan level support 6.865–7.000 dan resistance 7.275–7.410.
  • Sentimen negatif global berasal dari pelemahan Wall Street akibat kekhawatiran lonjakan inflasi.
  • CGS merekomendasikan enam saham: ADMR, PTBA, INDY, AADI, ITMG, dan AKRA.

Jakarta – CGS International Sekuritas Indonesia melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal hari ini, Senin (16/3) diprediksi akan bergerak untuk melanjutkan pelemahannya.

“IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan kisaran support 6.865-7.000 dan resistance 7.275-7.410,” tulis manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, Senin, 16 Maret 2026.

Pada perdagangan Jumat (13/3), IHSG ditutup melemah ke posisi 7.137,21 atau turun 3,05 persen dari level 7.362,11.

Manajemen CGS menjelaskan bahwa dengan melemahnya indeks di bursa Wall Street seiring kekhawatiran investor terhadap potensi lonjakan inflasi diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. 

Baca juga: IHSG Sepekan Melemah Hampir 6 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.678 Triliun

Sementara itu wacana kenaikan batas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari batas maksimal 3 persen diperkirakan dapat menjadi tambahan sentimen negatif bagi pasar.

Adapun CGS International Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham untuk hari ini, di antaranya PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), PT Indika Energy Tbk (INDY).

Kemudian tiga saham lain yang direkomendasikan, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). (*)

Editor: Yulian Saputra

Related Posts

News Update

Netizen +62