Nasional

ID Food Dikabarkan Mau Gadaikan Aset ke Bank, Begini Respons DPR

Poin Penting

  • DPR menilai rencana ID Food menggadaikan aset untuk pinjaman bank sangat berisiko dan mencerminkan strategi bisnis yang belum matang.
  • Anggota Komisi IV DPR Firman Soebagyo menegaskan aset BUMN tidak boleh dijadikan jaminan utama
  • Manajemen ID Food menegaskan pendanaan hilirisasi dilakukan melalui skema mandiri, kemitraan strategis, dan dukungan pemerintah/perbankan tanpa menggadaikan aset.

Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, merespons kabar PT Rajawali Nusantara Indonesia (ID Food) yang hendak menggadaikan aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memperoleh pinjaman bank dalam rangka hilirisasi sektor perikanan dan pangan.

Menurutnya, langkah tersebut bukan hanya berisiko tinggi, tetapi juga menunjukkan adanya ketidakmatangan strategi di tubuh perusahaan pelat merah yang memegang mandat besar di sektor pangan nasional.

Politisi Fraksi Partai Golkar ini menegaskan bahwa penggunaan aset negara sebagai jaminan pinjaman harus ditempatkan sebagai opsi paling terakhir, bukan justru dijadikan pilihan utama.

“Menggadaikan aset BUMN berarti menempatkan kepentingan negara dalam posisi yang rentan. Kita tidak boleh mengambil langkah yang mengandung risiko besar tanpa kajian yang komprehensif,” ujar Firman seperti dinukil laman DPR, Selasa, 25 November 2025.

Ia menambahkan, BUMN pangan memiliki peran strategis bagi hajat hidup masyarakat. Karena itu, setiap keputusan harus diambil secara transparan dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Baca juga : Erick Thohir Tunjuk CEO Jhonlin Group Ghimoyo jadi Dirut ID Food

Firman juga menilai bahwa hilirisasi di sektor perikanan dan pangan membutuhkan arah kebijakan yang terukur. Ia menekankan bahwa tanpa perencanaan bisnis yang solid, penggunaan skema pembiayaan berisiko justru dapat membebani perusahaan dan menghambat pengembalian investasi.

“Hilirisasi itu penting, tetapi harus dilakukan dengan strategi yang jelas. Jangan sampai upaya memperbaiki rantai nilai pangan malah menimbulkan masalah baru karena pendekatan yang salah,” kata Firman yang juga legislator dapil Jateng III ini.

Dalam pandangannya, ID Food seharusnya lebih mengutamakan opsi pembiayaan lain yang lebih aman serta tidak mengorbankan aset strategis perusahaan.

Sebagai BUMN yang memikul tanggung jawab besar menjaga ketersediaan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani serta nelayan, Firman menilai ID Food perlu memastikan bahwa seluruh kebijakan korporasi tetap sejalan dengan kepentingan publik.

Baca juga : 147 Aset Perusahaan Dianggap Hilang, Ini Penjelasan ID FOOD

Ia pun mendorong pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap langkah-langkah korporasi BUMN pangan, terutama yang berkaitan dengan aset negara.

“Kita tidak menolak inovasi atau hilirisasi. Yang kita inginkan adalah tata kelola yang prudent, transparan, dan mengutamakan kepentingan bangsa,” tegas anggota Baleg DPR ini.

Klarifikasi ID Food

Sementara itu, pihak manajemen ID Food menyampaikan bahwa perusahaan tengah fokus pada penguatan program hilirisasi pangan dengan menggunakan pendanaan mandiri, serta dukungan dari pemerintah dan perbankan.

Pendanaan tersebut dilakukan melalui mekanisme yang tidak membebani perusahaan, tetap mengacu pada prinsip tata kelola yang berlaku, dan tidak melibatkan penggadaian aset.

“Pendanaan dilakukan secara mandiri, selain itu juga melalui strategic partnership, government incentive (kerja sama dengan pemerintah), dan perbankan dengan mekanisme yang tidak memberatkan serta sesuai tata kelola yang berlaku, bukan skema menggadaikan aset,” tulis manajemen, dikutip Selasa (25/11). (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Kriminalisasi Kredit Macet: Banyak Analis Kredit yang Minta Pindah Bagian dan Bahkan Rela Resign

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More

2 hours ago

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

14 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

15 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

15 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

21 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

22 hours ago