News Update

IASC Blokir 43.854 Rekening Terkait Penipuan, Total Kerugian Rp2,3 Triliun

Jakarta – Kepala Departemen Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Rudy Agus Purnomo R. mengungkapkan bahwa sejak diluncurkan pada 22 November 2024 sampai 6 Mei 2025, Pusat Penanganan Penipuan Transaksi Keuangan atau Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) sudah menerima laporan pengaduan dari masyarakat sebanyak 111.093 laporan.

Dari 111.093 laporan yang masuk ke IASC, OJK sudah memblokir 43.854 rekening, dengan total dana yang diblokir mencapai Rp160,2 miliar. Sedangkan nilai total kerugian korban yang melaporkan sendiri mencapai Rp2,3 triliun.

Modus-modus penipuan atau fraud yang menimpa korban antara lain dalam bentuk social engineering dan pinjaman online (pinjol) ilegal. Rudy menyarankan kepada masyarakat yang mengalami kejahatan penipuan transaksi keuangan untuk segera melaporkannya kepada OJK agar tindakan pemblokiran dapat dilakukan secepat mungkin, sehingga mencegah atau meminimalisir kerugian yang dapat ditimbulkan.

Baca juga: Percepat Inklusi Keuangan, OJK Luncurkan Indeks Akses Keuangan Daerah

“Kemarin ada yang tertipu Rp4 miliar, itu Rp900 juta-nya masih bisa ketarik. Jadi, ini memang masalah kecepatan,” ucapnya dalam acara diskusi publik yang diadakan Ombudsman bertopik “Pencehagan Maladministrasi dan Penegakan Hukum terhadap Kejahatan di Sektor Perbankan” di Jakarta, Kamis (8/5).

IASC sendiri diinisiasi pembentukannya oleh Satgas Pasti OJK, yang ditujukan untuk menangani scamming dan aktivitas keuangan ilegal lainnya. OJK juga menggandeng otoritas/kementerian/lembaga lainnya yang tergabung dalam Satgas Pasti untuk menginisiasi pembentukan IASC.

Selain itu, IASC turut didukung oleh asosiasi industri terkait untuk membangun forum koordinasi penanganan penipuan di sektor keuangan, agar bisa ditangani secara cepat dan berefek jera.

“Termasuk di dalamnya ada polisi dan jaksa, sekarang ada 12 kementerian/lembaga. Ini adalah forum koordinasi antara kementerian/lembaga dengan didukung asosiasi industri. BRI, Bank Mega, semua bank itu ada di sini. Bahkan, e-wallet itu juga gabung di sini,” sebut Rudy.

Hingga kini, telah ada tiga asosiasi industri yang tergabung ke dalam IASC, yaitu asosiasi industri perbankan, asosiasi sistem pembayaran, dan asosiasi e-commerce.

Ke depannya, akan ada asosiasi fintech, asosiasi pedagang kripto, dan asosiasi telekomunikasi yang bergabung dengan IASC.

Baca juga: Transaksi Kripto Semakin Populer, OJK Ungkap 5 Tantangan di Ekosistem Ini

Melalui IASC ini, rapat koordinasi diadakan secara berkala. Dalam rapat koordinasi dilakukan pembahasan soal aktivitas keuangan ilegal yang tengah ditangani oleh Satgas Pasti.

Tujuan rakor itu ialah untuk memberikan rekomendasi penanganan lebih lanjut, baik bagi aparat penegak hukum dalam hal penegakan hukum maupun kementerian/lembaga terkait lainnya.

“Jadi, kalau ada masalah terkait penipuan transaksi keuangan, bisa hubungi nomor 157. Nanti kita bantu selesaikan masalah bapak ibu sekalian masyarakat Indonesia dalam rangka melindungi konsumen dan masyarakat,” pungkasnya. (*) Steven Widjaja

Galih Pratama

Recent Posts

Presiden Prabowo Lantik Juda Agung Jadi Wamenkeu

Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wamenkeu untuk sisa masa jabatan 2024–2029 melalui Keppres… Read More

6 mins ago

DPLK Avrist Targetkan Nasabah Tumbuh 15 Persen di 2026

Poin Penting DPLK Avrist menargetkan pertumbuhan nasabah 15% hingga akhir 2026 dari total lebih 29… Read More

20 mins ago

Kondisi Menantang, Begini Stategi Bisnis Bank Mandiri pada 2026

Poin Penting Bank Mandiri mencermati risiko global (geopolitik, kebijakan perdagangan, volatilitas komoditas) serta dampak penurunan… Read More

30 mins ago

IHSG Ditutup Melemah 0,53 Persen ke Posisi 8.103

Poin Penting IHSG ditutup turun 0,53 persen ke level 8.103,87, dengan mayoritas saham terkoreksi (349… Read More

47 mins ago

Tragedi Siswa SD di NTT: Potret Gelap Masalah Keuangan Keluarga

Poin Penting Seorang siswa SD di NTT bunuh diri karena orang tuanya tak mampu membeli… Read More

57 mins ago

Bank Mandiri Bukukan Laba Rp56,3 Triliun pada 2025

Poin Penting Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp56,3 triliun pada 2025, ditopang pertumbuhan kredit 13,4… Read More

2 hours ago