Jakarta–PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia) pada tahun ini akan fokus pada segmen bisnis ritel dan UMKM serta membantu perkembangan dunia usaha umunya serta memenuhi harapan dan ambisi nasabah.
“Kita fokus saat ini untuk mengembangkan bisnis untuk konsumer dan ritel, korporasi, komersial dan usaha kecil dan menengah (UKM),” ungkap Blake Hellam, Direktur Ritel Banking dan Management HSBC Indonesia di Gedung World Trade Center, Jakarta, Selasa, 9 Mei 2017.
Ia menyebutkan, Indonesia sebagai negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di ASEAN, terus menunjukkan pertumbuhan yang dipacu oleh perpaduan peningkatan pendapatan, urbanisasi, serta penanarnan modal di bidang infrastruktur.
Ditopang oleh budaya kewirausahaan dan inovasi bisnis, Indonesia berada di jalur yang tepat untuk menj adi ekonomi terbesar ketujuh di dunia pada 2030 berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB). (Bersambung ke halaman berikutnya)
“Ini juga merupakan peristiwa penting bagi HSBC. Kami terus berkomitmen untuk berkontribusi bagi perkembangan ekonomi Indonesia, sekaligus menghubungkan nasabah kami dengan beragam peluang di seluruh dunia melaluijaringan global kami yang tak tertandingi, ” tambah Sumit Dutta, Direktur Utama HSBC Indonesia.
Dengan meningkatnya populasi kelas menengah dan kebutuhan infrastruktur yang masif di Asia, menciptakan peluang yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini juga dipicu oleh konektivitas regional dengan perekonomian ASEAN sena keterkaitan dengan Inisiatif Jalur Sutera (Belt and Road Initiative) dari Tiongkok.
Sejarah HSBC dimulai dari pembiayaan perdagangan di Asia. Kawasan ini tetap menjadi fokus strategi di mana HSBC mempunyai posisi unik untuk dapat meraih manfaat dari perkembangan ekonomi Asia. Jaringan HSBC mencakup lebih dari 90 persen PDB, perdagangan, dan aliran modal global. (*)
Editor: Paulus Yoga


