Dalam mendukung pencapaian target tersebut, perseroan bakal memperluas jangkauan di beberapa kota lagi pada tahun ini, seperti Banjarmasin, Pontianak, Balikpapan, Manado, Samarinda, Lampung juga Padang.
Menurut Jaroslav, dengan ada di wilayah Sumatra hingga Sulawesi, maka pihaknya sudah bisa menjangkau sekitar 73 persen populasi di Indonesia. “Nasabah sudah hampir 800 ribu, dengan titik distribusi mencapai 5.000 titik (per Desember 2016,” tuturnya.
Dari sisi pangsa pasar pembiayaan alat-alat elektronik dan handphone, lanjutnya, Home Credit sudah menguasai sekitar 32 persen dan ada di posisi kedua. (*)
Page: 1 2
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More
Poin Penting: Biaya haji 2026 terancam naik signifikan akibat kenaikan harga avtur, asuransi, dan tekanan… Read More
Poin Penting Ancaman siber makin kompleks dan canggih (APT, AI, eksploitasi mobile), berdampak pada operasional,… Read More
Poin Penting SIPF belum memiliki payung hukum kuat, karena belum diatur dalam undang-undang meski risiko… Read More
Poin Penting Konflik Timteng memicu risiko gangguan infrastruktur digital global, termasuk data center dan jaringan… Read More
Poin Penting Kebocoran data masih terjadi karena penggunaan banyak tools keamanan yang tidak terintegrasi (silo),… Read More