Direktur Indef, Enny Sri Hartati mengungkapkan fokus utama holding sendiri pada dasarnya menguatkan perbankan kita, khususnya BUMN dalam persaingan di Asia, bahkan bisa di dunia dari sisi Aset. Tetapi hal tersebut dinilai belum bisa menjamin perbankan kita bisa bersaing dengan bank di luar.
Baca juga: Holding BUMN, Rebutan Apa Lagi?
Pasalnya perhatian pemerintah terhadap kebijakan perbankan di Indonesia belum jelas arahnya, terlebih setelah munculnya pengelompokkan bank sepeeti Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 1-4. Padahal kala itu sudah ada Arsitektur Perbankan Indonesia (API) yang merupakan suatu kerangka dasar sistem perbankan Indonesia yang bersifat menyeluruh dan memberikan arah, bentuk, dan tatanan industri perbankan ke depan.
“Jadi pemerintah harus jelas dulu ke depan fokus perbankan kita mau dibuat seperti apa? Misalnya mau dibuat bank khusus, seperti BTN mau dikhususkan bank KPR, BRI di KUR. Nah Mandiri dan BNI ini belum jelas mau diapakan,” kata Enny kepada Infobank, Rabu, 1 Maret 2017. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting IHSG Melemah 0,53 persen dan ditutup di level 6.989,42 dengan mayoritas saham dan… Read More
Poin Penting Krom Bank mencatat laba Rp143 miliar pada 2025, naik 16 persen yoy dari… Read More
Poin Penting: Pemerintah mengalihkan impor LPG dari Timur Tengah ke AS dan Australia untuk menjaga… Read More
Poin Penting OCTO Biz telah menjangkau lebih dari 21.000 nasabah perusahaan, dengan pertumbuhan rata-rata sekitar… Read More
Poin Penting: BI memproyeksikan permintaan rumah di Balikpapan meningkat pada 2026 seiring kelanjutan pembangunan IKN.… Read More
Poin Penting Momentum HUT ke-55 dimanfaatkan Askrindo untuk memperkuat peran dalam inklusi keuangan, dengan fokus… Read More