Jakarta — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan (TK) mencatatkan kinerja yang positif pada hasil investasi. Tercatat hingga Juli 2018 hasil investasi BPJS TK sebesar Rp 17 triliun, atau naik 13,8% secara year on year (yoy).
Deputi Direktur Bidang Humas dan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja mengatakan porsi terbesar dari investasi miliknya tetap berasal dari investasi surat utang.
“Portofolio investasi terdiri dari surat utang 62%, saham 18,5%, deposito 8,5%, reksadana 10% dan investasi langsung 1% jadi kita gak investasi langsung,” jelas Irvansyah di Menara Jamsostek Jakarta, Senin 3 September 2018.
Baca juga: Dana Kelolaan BPJS TK Sentuh Rp305 Triliun
Selain itu, untuk penempatan sendiri sebanyak 62% surat utang terdiri dari instrumen SBN, sisanya ke surat utang korporasi swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sementara untuk sahamnya sendiri, perusahaan mengandalkan saham BUMN Karya.
Selain itu, sampai dengan Juli 2018 pihaknya sendiri telah kumpulkan dana kelola sebesar Rp 333 triliun, atau meningkat 15,7% secara tahunan. Kedepannya pihaknya mengaku akan terus memantau kondisi pasar guna lebih meningkatkan hasil investasi pada tahun mendatang. (*)
Jakarta - Bank Indonesia (BI) akan terus memonitor perkembangan pasar global dan domestik pasca Presiden… Read More
Jakarta - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan pemerintah harus berhati-hati dalam menyikapi… Read More
Jakarta - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah meminta pemerintah untuk mendorong Organisasi… Read More
Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengumumkan daftar tarif dasar dan bea… Read More
Jakarta - Pemerintah Indonesia segera menyiapkan langkah strategis untuk merespons kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan… Read More
Jakarta – Kadin Indonesia meminta pemerintah untuk melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS), usai Donald Trump… Read More