Nasional

Hingga April 2024, Jumlah Peserta BPJS Ketenagakerjan Sentuh 40 Juta Orang

Jakarta – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) mengungkapkan total peserta terdaftar jaminan sosial ketenagakerjaan di BPJSTK hingga April 2024 telah mencapai sekitar 40 juta peserta.

“Target peserta sebenarnya sudah ada peta jalannya di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Tahun 2024, kami targetkan sebesar 53,5 juta peserta, tapi terkait dengan beberapa kebijakan kami mengusulkan ada beberapa perubahan. Posisi hari ini, peserta BPJSTK telah mencapai sekitar 40 juta peserta,” ungkap Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan, Asep Rahman Ruwanda, ketika ditemui wartawan, di Jakarta, Senin, 3 Juni 2024.

Baca juga: Begini Jurus BPJS Ketenagakerjaan dan Perumnas Penuhi Kebutuhan Rumah Bagi Pekerja

Secara rinci dari total 40 juta peserta tersebut, sebanyak 26 juta di antaranya adalah pekerja dari segmen pekerja penerima upah (PU), 7 juta pekerja bukan penerima upah (BPU), 6 juta jasa konstruksi (Jakon) dan 560 ribu pekerja migran Indonesia (PMI).

Sementara, total dana kelolaan BPJSTK telah mencapai Rp735 triliun dengan pembayaran klaim Rp53 triliun kepada 4,5 juta pekerja, serta beasiswa pendidikan Rp347 miliar kepada 82.000 anak pekerja di tahun 2023.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Bidik 53,9 Juta Peserta Aktif di 2024, ART hingga Supir Bisa Daftar

Ke depannya, BPJSTK targetkan akan melindungi sebanyak 70 juta pekerja dan dana kelolaan Rp1.001 triliun di tahun 2026.

“Mayoritas peserta saat ini masih didominasi oleh PU, sedangkan tantangan terbesar kami adalah BPU. Kalau target kami dua tahun kedepan mau mencapai 70 juta peserta, maka mungkin mayoritas akan di sektor BPU,” pungkasnya. (*) Ayu Utami

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

9 hours ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

10 hours ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

11 hours ago

RI Raup Rp575 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan, Ini Hasil Kunjungan Prabowo

Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More

11 hours ago

AAUI: Implementasi PSAK 117 Masih jadi PR Industri Asuransi Umum

Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More

11 hours ago

OJK Denda 233 Pelaku Pasar Modal di Kuartal I 2026, Capai Rp96 Miliar

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More

11 hours ago