Mandiri Incar Penerbitan 4 Juta Kartu Berlogo GPN Pada Tahun Ini
Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Mandiri) mencatatkan volume transaksi kartu kredit per Januari – Agustus 2018 mencapai Rp24 triliun, meningkat 8% dibanding tahun lalu. Tahun ini, perseroan berharap pertumbuhan bisnis kartu kredit Bank Mandiri bisa mencapai dua digit. Bank Mandiri juga mengaku akan terus menjaga pertumbuhan angka penyaluran kreditnya hingga akhir tahun.
Hal tersebut diungkapkan oleh Vira Widiyasari, SVP Credit Card Bank Mandiri pada saat pembukaan Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2018 Phase II mulai hari ini, Jumat hingga Minggu (5-7 Oktober) di Jakarta Convention Centre, Jakarta.
“Kredit kita harap 10 persen lah growth nya. Dan September belum keluar tapi growth sekitar 10 persenan diharap di jaga bisa segitu hingga akhir tahun,” kata Vira di Jakarta, Jumat 5 Oktober 2018.
Sebelumnya, hingga Agustus 2018 jumlah pemegang kartu kredit Bank Mandiri mencapai lebih dari 2 juta. Dari angka tersebut tersebut, volume transaksi kartu kredit untuk travel mencapai kurang lebih 20%. Artinya Sales Volume untuk membiayai travel nasabah meningkat 25%.
Vira menyebut, berbagai acara menarik juga disiapkan guna menggenjot angka kreditnya tersebut salahsatunya dengan GATF Phase II. Bank Mandiri, juga diberikan kemudahan dan promo menarik untuk mengajukan aplikasi Mandiri Kartu Kredit dan membuka rekening Tabungan Bank Mandiri selama event berlangsung. Setiap Mandiri Kartu Kredit yang disetujui berkesempatan mendapatkan Free Membership Fee selama 1 tahun dan Welcome Bonus hingga Rp 1 Juta. Untuk pembukaan Rekening Tabungan Bank Mandiri, dapatkan gimmick menarik. (*)
Oleh Paul Sutaryono PADA 25 Maret 2026, Mahkamah Agung telah resmi melantik Friderica Widyasari Dewi… Read More
Poin Penting Askrindo menjalin kerja sama dengan Pemkab Bone untuk penjaminan suretyship dan asuransi umum… Read More
Poin Penting BRI Life dan RS Awal Bros Group meresmikan fasilitas rawat inap premium The… Read More
Poin Penting Jamkrindo membukukan laba sebelum pajak Rp1,28 triliun dan laba bersih Rp1,05 triliun di… Read More
Poin Penting Status Indonesia tetap di kategori Secondary Emerging Market versi FTSE Russell dan tidak… Read More
Poin Penting Ancaman siber di Indonesia meningkat tajam pada 2025, dengan jutaan serangan berhasil diblokir… Read More