Jakarta–Pertumbuhan dana investasi di industri dana pensiun (Dapen) tidak terlepas dari kondisi pasar modal. Pasalnya, sebagian dana kelolaan industri dana pensiun diinvestasikan di pasar modal melalui penempatan di obligasi, saham, reksa dana, dan berbagai produk pasar modal lainnya.
Penempatan dana investasi Dapen sejatinya sudah ditentukan sesuai arahan dari pemegang sahamnya. Namun, tidak sedikit pula pengelola dana pensiun yang mengambil keputusan investasi di luar arahan pemegang saham pengendali.
Kegiatan investasi Dapen yang di luar arahan ini mengundang pihak yang tak bertanggung jawab untuk turut mencari keuntungan secara ilegal. Salah satu kasus yang pernah muncul adalah penyelewengan dana nasabah oleh Harjono Kesuma, pemilik dan direktur utama perusahaan keuangan dan investasi PT Optima Kharya Capital Management. Kala itu, Harjono melarikan dana nasabah sebesar Rp299 miliar atau sekitar USD3 juta.
Kepada wartawan seorang pelaku pasar modal yang tidak ingin disebut identitasnya mengungkapkan, dalam menjalankan aksinya saat ini, Harjono mengincar keuntungan secara ilegal dalam kegiatan investasi dana pensiun terutama dana pensiun BUMN.
Diketahui saat usaha Optima Kharya masih berjalan, banyak kliennya yang berasal dari perusahaan milik negara tersebut, termasuk PT Kereta Api Indonesia dan PT Krakatau Steel Tbk.
“OJK mesti mewaspadai aksi dari mafia seperti ini karena membuat industri keuangan menjadi tidak kondusif demi keuntungan pribadinya,” ujar pelaku pasar modal tersebut. (*) Dwitya Putra
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting BTN memperluas layanan consumer banking dan beyond mortgage, termasuk kartu kredit, BNPL, dan… Read More
Poin Penting KISI menyiapkan 7–8 perusahaan untuk IPO tahun 2026, meliputi sektor perbankan, pariwisata, pertambangan,… Read More
Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More
Poin Penting Suku Bunga BI Tetap: BI menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level… Read More
Poin Penting Ancaman siber terus meningkat dan menyasar seluruh jenis bank, termasuk bank digital. Amar… Read More
Poin Penting Dedi Mulyadi ajukan pinjaman daerah Rp2 triliun akibat kapasitas fiskal Jabar turun hampir… Read More