Perbankan

Hilangkan Nama Bukopin, Bos BBKP Beberkan Alasannya

Jakarta – PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) akan kembali bersalin nama. Bank yang sahamnya dikuasai KB Kookmin Bank ini akan menghilangkan nama Bukopin. Perubahan nama menjadi KB Bank itu rencananya akan direalisasikan pada Februari 2024 mendatang.

Hal itu diungkapkan Woo Yeul Lee, Direktur Utama Bank KB Bukopin. Menurutnya, pergantian nama ini dilakukan untuk meningkatkan branding perseroan sebagai bagian dari konglomerasi keuangan terkemuka asal Korea Selatan, yakni KB Financial Group (KBFG), sekaligus memperbaiki citra akibat trust issue yang sempat melanda Bank Bukopin sebelumnya.

Baca juga: Akhir November 2023, Bank KB Bukopin Alihkan Layanan Digital ke Aplikasi KBstar

Seperti diketahui, sebelum KB Kookmin Bank masuk sebagai pemegang saham pengendali (PSP) pada 2018 lalu, bank yang didirikan gerakan perkoperasian ini sempat dilanda berbagai masalah, bahkan sampai terancam ditutup alias menjadi bank gagal. KB Kookmin pun kemudian masuk menyuntikkan modal, dan kini mengenggam kepemilikan saham sebesar 67%. Bank Bukopin kemudian berganti nama menjadi Bank KB Bukopin pada 2021.

“Namun, kadang masih banyak masyarakat yang tidak tahu kalau bank ini sebenarnya dimiliki oleh bank asal Korea Selatan,” ujarnya di sela acara Infobank Top 100 CEO & The Next Leader Forum 2023, dikutip 6 Desember 2023.

Woo Yeul Lee menambahkan, pihaknya tidak khawatir pergantian nama ini akan membuat Bank KB Bukopin ditinggal nasabah-nasabah lama. Usulan pergantian nama justru merupakan feedback yang diterima perseroan dari nasabah eksisting.

Baca juga: Setelah Bukopin, KB Kookmin Bank Incar Perusahaan Keuangan lain di RI?

“Karena kami sudah melakukan maintenance nasabah eksisting, dan terus berupaya menggaet nasabah baru. Justru kami menerima permintaan dari nasabah untuk mengganti nama bank,” terangnya.

Pergantian nama ini pun tidak hanya akan dilakukan di Bank KB Bukopin saja. Nantinya, semua perusahaan yang terafiliasi dengan KBFG di Indonesia akan melakukan perubahan nama. (*) Ari Astriawan

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Restitusi Pajak 2026 Diperkirakan Rp270 Triliun, Ini Penjelasan Menkeu Purbaya

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan nilai restitusi pajak pada 2026 sebesar Rp270 triliun. Proyeksi… Read More

40 mins ago

Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal IV-2025 Melesat 5,39 persen

Poin Penting: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025 Indonesia tumbuh 5,39% yoy, lebih tinggi dari kuartal III-2025… Read More

50 mins ago

Update Harga Emas Hari Ini: Galeri24 dan UBS Naik Tajam, Antam Ikut Menguat

Poin Penting Harga emas di Pegadaian kompak menguat pada Kamis, 5 Februari 2026, dengan kenaikan… Read More

3 hours ago

Rupiah Tertekan Dolar AS, Investor Wait and See Data Ekonomi RI Kuartal IV 2025

Poin Penting Rupiah dibuka melemah 0,17% ke level Rp16.805 per dolar AS pada perdagangan Kamis… Read More

3 hours ago

IHSG Dibuka Menguat ke Level 8.153 Jelang Rilis Data BPS

Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,09% ke level 8.153,77 pada awal perdagangan 5 Februari 2026,… Read More

3 hours ago

Semarak Berkah Ramadan: Ajukan Pembiayaan di BAF, Proses Cepat Angsuran Tepat #CicilAjadiBAF

Poin Penting Program Semarak Berkah Ramadan BAF berlangsung 5 Februari-31 Maret 2026 dengan hadiah utama… Read More

3 hours ago