Hilang Kontak di Maros, Pesawat ATR IAT Bawa 11 Penumpang Masih Dicari

Hilang Kontak di Maros, Pesawat ATR IAT Bawa 11 Penumpang Masih Dicari

Poin Penting

  • Pesawat ATR 42-500 milik IAT hilang kontak di Maros, Sulawesi Selatan, saat melakukan pendekatan ke Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.
  • Pesawat membawa 11 penumpang dan diarahkan ATC karena tidak berada di jalur pendekatan sebelum akhirnya kontak terputus.
  • Kemenhub, Basarnas, dan TNI AU masih melakukan pencarian, dengan fokus di kawasan pegunungan kapur Bantimurung dan status darurat DETRESFA telah diberlakukan.

Jakarta – Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang dinyatakan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1), hingga kini masih dalam proses pencarian.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan pesawat tersebut membawa 11 penumpang dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar.

“Target pencarian di pegunungan kapur Bantimurung, desa Leang-leang, Kabupaten Maros, dan menjadi Posko Basarnas di dekat lokasi,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa dinukil ANTARA, Sabtu, 17 Januari 2026.

Baca juga: Hati-Hati Promo Tiket Pesawat Murah di Libur Akhir Tahun, OJK Sebut Banyak Korban Tertipu

Menurutnya, pencarian lanjutan juga dilakukan pada hari yang sama melalui penerbangan helikopter TNI Angkatan Udara bersama Basarnas pada pukul 16.25 WITA.

Diketahui, pesawat dengan nomor seri 611 tersebut melaksanakan penerbangan dari Yogyakarta Adi Sucipto (JOG) menuju Makassar Sultan Hasanuddin (UPG), dengan Pilot in Command Capt. Andy Dahananto.

“Berdasarkan informasi kronologis terbaru, pada pukul 04.23 UTC, pesawat diarahkan oleh Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar,” jelas Lukman.

Dalam proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.

Baca juga: BTPN Syariah Ajak 382 Nasabah dan Karyawan Umrah Bareng Satu Pesawat

“ATC selanjutnya menyampaikan beberapa instruksi lanjutan guna membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan yang sesuai dengan prosedur,” kata Lukman.

Setelah penyampaian arahan terakhir oleh ATC, komunikasi dengan pesawat terputus (loss contact).

Menindaklanjuti kondisi tersebut, ATC mendeklarasikan fase darurat DETRESFA (Distress Phase) sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku. (*)

Editor: Yulian Saputra

Related Posts

News Update

Netizen +62