News Update

Helios Rilis Kouventa 2.0, Enterprise AI yang Bikin Pelaku Bisnis “Sat-set” dan Efisien

Jakarta – PT Helios Informatika Nusantara (Helios), anak usaha dari CTI Group, resmi meluncurkan Kouventa 2.0, sebuah platform enterprise artificial intelligence (AI) yang dirancang untuk mendongkrak kecepatan, efisiensi, dan produktivitas perusahaan. Peluncuran ini berlangsung di Asha Beach Club & Resort, Kepulauan Seribu, Jakarta, pada Kamis, 8 Mei 2025, dan menandai babak baru bagi transformasi digital dunia usaha di Indonesia.

Kouventa pertama kali diperkenalkan pada pertengahan 2024 sebagai sebuah platform inovatif berbasis generative AI yang ditujukan untuk memperkuat interaksi antara perusahaan dan pelanggan. Namun, dalam versi terbarunya ini, Kouventa 2.0 menghadirkan kemampuan yang jauh lebih komprehensif dan fleksibel.

Suandy Lim, Direktur sekaligus Founder Helios, menjelaskan bahwa Kouventa merupakan hasil pengembangan penuh dari talenta lokal. “Kouventa lahir di Helios, 100 persen dikembangkan oleh anak-anak Indonesia. Kami ingin membantu pelaku bisnis untuk mempercepat transformasi digital mereka dan menjadi strategic IT partner yang andal,” ujar Suandy.

Baca juga: Tingkatkan Kinerja Bisnis BUMD, Dua Faktor Ini Menjadi Kunci

Kouventa 2.0 tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu digital, tetapi juga sebagai sebuah ekosistem AI yang dapat dengan mudah terintegrasi ke berbagai sistem perusahaan yang sudah ada. Platform ini kompatibel dengan aplikasi-aplikasi seperti CRM (Customer Relationship Management), situs web, dan sistem layanan pelanggan, asalkan teknologi tersebut mendukung open application programming interface (open API).

Dalam versi terbaru ini, Kouventa 2.0 dibekali tiga kapabilitas utama: AI Assistant, AI Search, dan Chatbot GPT. AI Assistant berperan sebagai digital copilot yang mendampingi pengguna dalam berbagai tugas operasional. AI Search memungkinkan pengguna untuk menghimpun informasi dengan cepat dan tepat, sedangkan Chatbot GPT dirancang untuk meningkatkan customer engagement melalui interaksi yang lebih natural dan responsif.

Yang membedakan Kouventa 2.0 dari platform AI lainnya adalah kemampuannya dalam mengelola dan mengamankan data. Platform ini mampu memproses data internal perusahaan sekaligus data publik, namun tetap menjaga batasan akses sesuai kebijakan pengguna. “Data internal bisa dibatasi penggunaannya. Misalnya, hanya bisa diakses oleh internal perusahaan atau hanya divisi tertentu saja,” tambah Suandy.

Dari sisi keamanan, Helios juga menanamkan fitur-fitur perlindungan data yang ketat ke dalam Kouventa 2.0, menjadikannya solusi enterprise AI yang andal dan sesuai untuk berbagai industri. Tak hanya itu, platform ini dapat diimplementasikan lintas platform, menyesuaikan dengan ekosistem digital yang sudah dimiliki perusahaan.

Dalam pengembangan dan pemanfaatan AI, dunia usaha umumnya memiliki tiga tujuan utama: meningkatkan produktivitas, mempercepat operasional, dan mengadopsi AI secara menyeluruh ke dalam proses bisnis. Namun, adopsi AI bukan tanpa tantangan. Menurut Suandy, ada beberapa isu yang perlu diperhatikan oleh perusahaan yang ingin mengintegrasikan AI ke dalam bisnis mereka.

Pertama adalah kualitas data. “AI hanya seakurat datanya. Kalau datanya bias, hasilnya juga bisa salah. Tapi ada cara untuk meminimalkan itu,” jelasnya. Kedua, pemodelan (modeling) dan performa AI harus sesuai dengan kebutuhan dan tujuan perusahaan agar manfaatnya maksimal. Ketiga adalah biaya, yang meskipun relatif, tetap menjadi pertimbangan utama, terutama jika berkaitan dengan pengolahan big data.

Baca juga: CRIF Luncurkan Fitur Skor Penilaian Bantu Bisnis Hadapi Tarif AS

Keempat adalah soal regulasi dan etika penggunaan AI. Perusahaan harus memastikan bahwa teknologi ini digunakan dengan cara yang bertanggung jawab dan sesuai aturan yang berlaku.

Dan terakhir, tren baru yang disebut shadow AI usage, yakni penggunaan AI oleh karyawan tanpa sepengetahuan manajemen, yang dapat membuka celah kebocoran data.

“Karena itu banyak perusahaan mulai beralih ke enterprise AI seperti Kouventa, agar penggunaan teknologi bisa dikontrol secara aman,” ujar Suandy menutup.

Kehadiran Kouventa 2.0 menjadi bukti bahwa inovasi buatan dalam negeri tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga siap menjadi mitra strategis bagi perusahaan yang ingin bertransformasi di era digital ini. Dengan pendekatan yang adaptable, secure, dan terintegrasi, Kouventa 2.0 membuka jalan bagi bisnis Indonesia untuk melangkah lebih cepat ke masa depan. (*) Ari Nugroho

Galih Pratama

Recent Posts

Moody’s Pangkas Outlook RI Jadi Negatif, Airlangga: Perlu Penjelasan Soal Peran Danantara

Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More

9 mins ago

Outlook Negatif dari Moody’s Jadi Alarm Keras untuk Kebijakan Prabowo

Poin Penting Penurunan outlook dari stabil ke negatif dinilai Celios sebagai peringatan terhadap arah kebijakan… Read More

35 mins ago

Danamon Pede AUM Tumbuh 20 Persen di 2026, Ini Pendorongnya

Poin Penting Danamon targetkan AUM wealth management tumbuh 20 persen pada 2026, melanjutkan capaian 2025… Read More

2 hours ago

Moody’s Pangkas Outlook Indonesia dari Stabil Jadi Negatif

Poin Penting Moody’s menurunkan outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun tetap mempertahankan peringkat… Read More

2 hours ago

Fundamental Solid, Bank Mandiri Perkuat Intermediasi dan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah

Poin Penting Di tengah pertumbuhan ekonomi nasional 5,11 persen pada 2025, Bank Mandiri mencatatkan aset… Read More

3 hours ago

Masjid Istiqlal Jalin Sinergi dengan Forum Pemred

Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) bersinergi dalam diskusi bertema "Peran Masjid Istiqlal di Era Transformasi Digital… Read More

4 hours ago