Jakarta–Direktur Sinarmas Land Ignejz Kemalawarta menilai, harga tanah yang terus meninggi, menjadi kendala utama dalam mengatasi kesenjangan antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan atau backlog perumahan.
Dia mengatakan, saat ini kemampuan membangun rumah dari para pengembang yaitu 400 ribu unit, padahal kebutuhan rumah (backlog) di Indonesia saat ini sebesar 13,5 juta. Pasalnya, ketersediaan tanah murah yang sulit didapat, menjadi kendala pengembang.
”Adanya bank tanah akan membantu membangun rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah, yang terjadi saat ini beli rumah subsidi lalu NJOP naik lalu dijual harganya naik, jadi tidak ada pengendalian harga yang pas,” ujarnya, di Jakarta, Rabu, 14 Desember 2016. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting Dalam FGD yang digelar Nusantara Impact Center, Wijayanto Samirin menegaskan risiko bisnis tidak… Read More
Poin Penting INFOBANK15 menguat 0,80 persen ke 1.025,73, meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah… Read More
Poin Penting Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,72 persen ke level 8.271,76, dengan kapitalisasi… Read More
Poin Penting Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,72 persen sepekan ke level 8.271,76, mencerminkan… Read More
Poin Penting Komisi V DPR RI mendorong diskon tiket pesawat Lebaran 2026 dinaikkan menjadi 20… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan… Read More