Jakarta–Direktur Sinarmas Land Ignejz Kemalawarta menilai, harga tanah yang terus meninggi, menjadi kendala utama dalam mengatasi kesenjangan antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan atau backlog perumahan.
Dia mengatakan, saat ini kemampuan membangun rumah dari para pengembang yaitu 400 ribu unit, padahal kebutuhan rumah (backlog) di Indonesia saat ini sebesar 13,5 juta. Pasalnya, ketersediaan tanah murah yang sulit didapat, menjadi kendala pengembang.
”Adanya bank tanah akan membantu membangun rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah, yang terjadi saat ini beli rumah subsidi lalu NJOP naik lalu dijual harganya naik, jadi tidak ada pengendalian harga yang pas,” ujarnya, di Jakarta, Rabu, 14 Desember 2016. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting IHSG berpeluang menguat untuk menguji level 9.030–9.077, namun investor diminta waspada potensi koreksi… Read More
Jakarta – Harga emas untuk produk Galeri24 dan UBS yang diperdagangkan pada Senin, 12 Januari 2026 di… Read More
Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut para… Read More
Poin Penting BTN rebranding e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos sebagai langkah strategis memperluas inklusi keuangan… Read More
Poin Penting Aliran modal asing masuk Rp1,44 triliun di awal Januari 2026, mayoritas mengalir ke… Read More
Poin Penting KPK tetapkan 5 tersangka OTT dugaan suap pajak KPP Madya Jakarta Utara. 3… Read More