Poin Penting
- Pemerintah menyiapkan stimulus bagi pelaku usaha dan industri terdampak lonjakan harga plastik akibat gangguan pasokan bahan baku imbas konflik AS–Iran
- Skema insentif akan dibahas melalui satgas percepatan ekonomi nasional, termasuk upaya debottlenecking program strategis pemerintah
- Kenaikan harga dipicu terganggunya impor nafta dari Timur Tengah; pemerintah kini mencari alternatif pasokan dari negara lain seperti India, Afrika, dan AS untuk menstabilkan harga.
Jakarta – Pemerintah berencana memberikan stimulus bagi pelaku usaha maupun industri yang terdampak kenaikan harga plastik akibat terganggunya pasokan bahan baku imbas perang Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, pemerintah bersama pelaku usaha akan membahas rencana insentif tersebut melalui satuan tugas (satgas) percepatan ekonomi nasional, termasuk debottlenecking satgas percepatan program strategis pemerintah (P2SP).
“Besok kita akan bahas dalam rapat dengan tim satgas, besok di sini (Kantor Kemenko Perekonomian). (melalui) satgas percepatan ekonomi nasional termasuk debottlenecking,” ungkap Airlangga saat ditemui di Jakarta, Senin, 27 April 2026.
Baca juga: Lonjakan Harga Plastik Dorong Inflasi dan Tekan Pertumbuhan Ekonomi
Sebelumnya, pemerintah mengakui lonjakan harga plastik dipicu gangguan pasokan bahan baku utama, yakni nafta dari Timur Tengah. Nafta merupakan turunan minyak bumi yang digunakan dalam produksi plastik, resin, hingga karet.
Sementara, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebutkan bahwa konflik di kawasan tersebut menghambat pasokan bahan baku ke Indonesia.
“Nafta itu kita impor dari Timur Tengah. Jadi kita terdampak dari bahan baku, yang kita impor dari Timur Tengah. Apa yang kemudian kita lakukan? Kita sekarang mencari alternatif pengganti, atau alternatif dari negara lain,” kata Budi.
Salah satu produk terdampak adalah plastik kemasan es, yang harganya naik dari Rp34.000 menjadi Rp55.000 per pak, atau meningkat sekitar 50 hingga 100 persen.
Baca juga: Harga Plastik Naik, Anggota DPR Desak Pemerintah Lindungi UMKM
Untuk meredam lonjakan harga plastik, pemerintah kini bergerak mencari sumber pasokan baru dari negara lain. Sejumlah pendekatan telah dilakukan ke berbagai negara seperti India, serta kawasan Afrika dan Amerika Serikat.
“Memang ini butuh waktu, karena tiba-tiba dari Timur Tengah harus pindah ke negara lain. Jadi kita harapan proses ini bisa berjalan dengan baik, sehingga harga bisa kembali normal,” tambahnya. (*)
Editor: Galih Pratama








