Jakarta–Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyatakan sikap terkait harga pangan yang cenderung stabil, namun masih di atas harga acuan penjualan konsumen. Direktur INDEF, Enny Sri Hartati menilai upaya stabilisasi harga tersebut masih belum mampu memulihkan daya beli masyarakat.
“Memang ada stabilisasi pangan selama ramadhan, dan diklaim ialah stabilitas harga terbaik saat ramadhan. Namun bila dibandingkan, ternyata hasil evaluasi dari pusat informasi harga pangan strategis di bawah harga di lapangan,” jelas Enny di Kantor INDEF, Jakarta, Senin, 10 Juli 2017.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) terhadap 160 pasar di Indonesia selama periode 9 September 2016 hingga 12 Juni 2017 menunjukkan, bahwa harga di pasar masih cenderung lebih tinggi dibandingkan harga acuan PIHPS. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Oleh Tim Infobank SEMARANG, sebuah ruang pengadilan menjadi panggung sebuah drama yang memilukan sekaligus mengusik… Read More
Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo memerintahkan reformasi pasar modal setelah IHSG sempat turun ke level 7.800-an… Read More
Poin Penting OJK menargetkan pertumbuhan kredit perbankan 10-12 persen pada 2026, dengan proyeksi pertumbuhan dana… Read More
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More