Poin Penting
- Singapura menambah bantuan untuk warganya sebesar 900 juta dolar Singapura atau sekitar Rp9,8 triliun.
- Setiap rumah tangga menerima voucher 300 dolar Singapura dan potongan tagihan komunal.
- UMKM dan pemilik lapak mendapat bantuan 500-1.200 dolar Singapura.
Jakarta – Singapura menggelontorkan tambahan bantuan 900 juta dolar Singapura atau sekitar Rp9,8 triliun. Dana itu disiapkan untuk melindungi rumah tangga dan UMKM dari gejolak harga energi global.
Langkah ini diambil saat harga minyak dunia masih berfluktuasi tajam. Kenaikan biaya listrik, bahan bakar, dan kebutuhan harian dinilai terus menekan masyarakat.
Pemerintah memperkirakan harga energi global tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan. Karena itu, dukungan fiskal diperluas agar daya beli warga dan aktivitas usaha tetap terjaga.
Baca juga: Harga Minyak Bergejolak, Pemerintah Buka Sinyal Penyesuaian Harga Pertamax
Singapura Salurkan Voucer dan Potongan Tagihan
Dalam paket terbaru, Singapura memberikan voucer 300 dolar Singapura untuk setiap rumah tangga. Pemerintah juga menambah potongan tagihan layanan komunal mulai Oktober 2026 hingga Januari 2027.
Kebijakan itu diumumkan di tengah tekanan biaya hidup yang belum mereda. Bantuan langsung dipilih untuk menahan beban pengeluaran bulanan masyarakat.
Laporan The Straits Times menyebut penyaluran dilakukan bertahap melalui skema voucer dan subsidi tagihan. Pendekatan ini diharapkan lebih cepat dirasakan warga.
Singapura Perkuat Bantuan bagi UMKM dan Pemilik Lapak
Selain rumah tangga, Singapura menyiapkan bantuan bagi UMKM yang mempekerjakan warga lokal. Nilainya berkisar 500 hingga 1.200 dolar Singapura.
Dukungan juga diberikan kepada pemilik lapak di pusat jajanan kaki lima dan pasar tradisional. Pemerintah ingin menjaga usaha kecil tetap bertahan saat biaya operasional meningkat.
Pelaku usaha sebelumnya juga diminta menghemat penggunaan energi. Imbauan itu tetap berlaku bersamaan dengan penyaluran bantuan baru.
Baca juga: Harga Minyak Naik Lagi, Rencana Tambahan Anggaran K/L dan Pemda Terhambat
Gejolak Minyak Dunia Jadi Pemicu Utama
Pemerintah menilai tekanan energi belum akan cepat mereda. Dampaknya diperkirakan terasa pada harga bensin, diesel, listrik, dan berbagai produk ritel.
Gejolak pasar meningkat setelah eskalasi konflik di Iran. Gangguan pasokan di Selat Hormuz sempat mendorong kenaikan harga minyak dunia.
Selat Hormuz menjadi jalur penting bagi sekitar seperlima ekspor minyak global. Meski penghentian total ekspor berhasil dihindari, pasar energi tetap tidak stabil.
Kondisi itu menjadi alasan utama pemerintah memperbesar dukungan fiskal. Dengan tambahan Rp9,8 triliun ini, Singapura berupaya melindungi warga dan UMKM dari dampak berkepanjangan gejolak minyak dunia. (*)
Editor: Yulian Saputra


