News Update

Hadapi Iklim Investasi Baru, DBS Tawarkan Berinvestasi di Pasar Global

Jakarta – PT Bank DBS Indonesia mengenalkan instrumen investasi alternatif bagi nasabah yang memiliki kebutuhan untuk berinvestasi di Pasar Global, yaitu Mandiri Global Sharia Equity Dollar (MGESD). Produk reksadana ini merupakan kolaborasi dengan Mandiri Manajemen Investasi yang melengkapi pilihan instrumen investasi dalam menghadapi iklim investasi di era baru.

Head of Unit Trust and Treasures Private Client Product PT Bank DBS Indonesia Mus Hidayat mengatakan, bahwa pihaknya menargetkan penjualan produk reksadana MGSED ini dapat mencapai Rp300 miliar hingga satu tahun ke depan. Ia optimis, penjualan produk reksadana ini akan semakin meningkat seiring dengan tren penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang masih akan berlangsung lama.

“Dana kelolaan Mandiri Global Sharia Equity Dollar di DBS akan terus bertambah, karena produk ini memiliki tema investasi menarik dan berbeda dengan produk-produk lainnya yang ada di pasar domestik,” ujarnya dalam press conference virtual di Jakarta, Rabu, 23 September 2020.

Menurutnya, pertumbuhan teknologi yang kian pesat menciptakan berbagai tantangan sekaligus peluang baru. Hal ini terbukti dengan berkembangnya beberapa sektor industri yang berkaitan dengan mega tren yang terjadi, di mana secara bisnis mampu menunjukkan eksistensi dan performanya yang solid bahkan di dalam situasi yang menantang

“Setelah sebelumnya meluncurkan berbagai produk reksa dana seperti Manulife saham Syariah Asia Pasifik USD, Schroder Global Shariah Equity, BNP Paribas Cakra Syariah USD dan BNP Paribas Greater China Equity Syariah, kali ini Bank DBS Indonesia bekerja sama dan berkolaborasi dengan Mandiri Manajemen Investasi,” paparnya.

Di kesempatan yang sama, Director of Consumer Banking, PT Bank DBS Indonesia, Rudy Tandjung menambahkan, dalam 2 tahun terakhir perusahaan melihat adanya perubahan tren berskala global yang terjadi secara masif, seperti perkembangan transformasi teknologi, perubahan demografi sosial yang membentuk pola baru konsumsi konsumen. Mencermati hal ini, bank DBS melakukan kemudahan pengelolaan dan pengembangan kekayaan melalui piranti digital, pembahasan iklim investasi secara berkala, juga beragam produk yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah dan iklim investasi tersebut.

“Dan hari ini kami sampaikan bahwa Bank DBS Indonesia merupakan salah satu bank yang dipercaya untuk menyediakan sebuah instrumen investasi yang handal, yaitu reksadana Mandiri Global Sharia Equity Dollar.  Produk investasi dengan penempatan berfokus pada perusahaan di sektor-sektor yang Tangguh, seperti digitalisasi, kesehatan, keuangan, hingga energi,” ucapnya.

Selain itu, lanjut dia, produk ini juga menyediakan pilihan dan peluang bagi nasabah yang ingin mendiversifikasikan kekayaannya dengan penempatan di pasar global. Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan sebagai mitra keuangan dan manajemen kekayaan terpercaya.

“Mandiri Global Sharia Equity Dollar menawarkan berbagai keuntungan bagi nasabah, diantaranya pengelolaan manajemen investasi yang profesional, diversifikasi investasi, fleksibilitas investasi, kemudahan pencairan investasi, dan transparansi informasi,” tambah Direktur Utama, PT Mandiri Manajemen Investasi, Alvin Pattisahusiwa.

Melihat perkembangan tren investasi di tahun 2020, adalah penting untuk melakukan diversifikasi pada portofolio. Dengan berinvestasi di Mandiri Global Sharia Equity Dollar, nasabah dapat mengembangkan portofolio mereka dengan berinvestasi para perusahaan-perusahaan global yang inovatif, seperti Microsoft Corp, Apple Inc, Alibaba Group Holdings-SP ADR, dan lain-lain.

Mandiri Global Sharia Equity Dollar merupakan instrumen reksa dana syariah berbasis efek luar negeri  yang dapat diperjualbelikan dengan mengacu pada harga Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit penyertaan yang dipublikasikan setiap hari. Produk investasi ini bertujuan untuk memberikan tingkat pendapatan investasi dalam denominasi Dollar Amerika Serikat, untuk jangka panjang dengan berinvestasi dalam portofolio Efek Syariah Luar Negeri yang bersifat Ekuitas di dalam Daftar Efek Syariah.

Kelebihan yang ditawarkan oleh produk MGESD ini, yaitu akses investasi ke pasar global, memperluas alternatif produk dalam mata uang Dollar Amerika Serikat yang didukung oleh global expertise. Pengelolaan investasi dilakukan oleh JP Morgan Asset Management selaku Technical Advisor, untuk memberikan masukan kepada tim pengelola investasi di Mandiri Investasi dalam mengelola portofolio global Mandiri Global Sharia Equity Dollar sehingga memberikan potensi imbal hasil optimal pada setiap kondisi pasar.

Bank DBS Indonesia terus berkomitmen untuk senantiasa memperkaya pilihan produk investasi khususnya dalam iklim investasi yang baru saat ini. Hal ini dilakukan guna membantu nasabah dalam mengelola dan mengembangkan portofolio mereka yang kemudian diharapkan dapat membantu nasabah dalam mencapai tujuan keuangannya. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Begini Respons Pemerintah

Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More

3 hours ago

Investasi Reksa Dana BNI AM Kini Bisa Dibeli di Kantor Cabang KB Bank

Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More

3 hours ago

Alasan Mahkamah Agung AS “Jegal” Kebijakan Tarif Trump

Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal global Donald Trump karena dinilai melanggar… Read More

9 hours ago

OJK: Penerapan Universal Banking Bakal Jadi Game Changer Industri Keuangan

Poin Penting OJK dorong universal banking sebagai strategi memperdalam pasar keuangan dan memperluas peran bank… Read More

9 hours ago

OJK Denda Influencer BVN Rp5,35 Miliar Gegara Goreng Saham

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan sanksi administratif kepada seorang pegiat media sosial pasar… Read More

11 hours ago

AAUI Ungkap Penyebab Premi Asuransi Umum Hanya Tumbuh 4,8 Persen di 2025

Poin Penting Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mencatat premi asuransi umum 2025 hanya naik 4,8% menjadi… Read More

1 day ago