Jakarta — PT Bank Central Asia Tbk (BCA) tidak akan mengurangi jumlah karyawannya guna menghadapi adanya digitalisasi yang memangkas kesempatan kerja di dunia perbankan.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja saat melakukan jumpa pers di menara BCA, Jakarta. Dirinya mengaku tantangan digitalisasi tersebut tidak dapat dihindarkan dan harus dapat diatasi.
“Ini memang tidak bisa dihindarkan. Kami usahakan pekerja yang akan diotomatisasi atau terkena dampak teknologi digitalisasi bisa dialihkan ke bagian lain yang perlu hubungan baik dengan nasabah seperti pelayanan,” ungkap Jahja di menara BCA, Jakarta, Senin, 13 November 2017.
Dirinya juga mengaku, pihaknya akan melakukan pelatihan kembali bagi para karyawannya agar dapat bekerja di bidang lain. Pelatihan tersebut juga untuk merubah budaya karyawan yang terbiasa di belakang meja. (Bersambung ke halaman berikutnya)
“Akan diberikan training mendalam agar adanya perubahan culture. Tergantung orangnya, karena mereka harus berubah. Dulu mereka pekerjaannya cuma monoton di belakang meja, nah saat ini akan dirubah untuk melayani nasabah,” tambah Jahja.
Jahja mengatakan, adanya pelatihan tersebut juga dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan kepada para nasabah setianya yang tersebar di berbagai daerah.
“Dengan nasabah kita yang sudah sangat besar dan sumber daya manusia yang kami miliki sekarang tentunya belum cukup untuk menjangkau semuanya. Makanya kita perlu juga menambah skill ini ke SDM kita,” jelas Jahja.
Sebagai informasi, menurut laporan keuangan BCA kuartal III-2017, BCA beserta entitas anak usaha justru menambah jumlah pegawai sebanyak 831 orang dari 25.957 orang di 30 September 2016 menjadi 26.788 per 30 September 2017. (*)


