Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Kuningan Persada No. Kav. 4, Guntur, Setiabudi, Jakarta Selatan. (Foto: Yulian Saputra)
Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi terkait tender pengadaan katalis di PT Pertamina (Persero) periode 2012–2014.
“Dalam perkara ini, KPK juga telah menetapkan empat orang sebagai tersangka, yaitu GW selaku Direktur PT Melanton Pratama, FAG selaku pegawai pada PT Melanton Pratama, CD selaku Direktur Pengolahan Pertamina, dan APA selaku pihak swasta,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dilansir ANTARA, Kamis, 17 Juli 2025.
Budi menambahkan, keempat tersangka menduduki jabatan-jabatan tersebut pada waktu perkara terjadi.
“KPK akan terus memberikan perkembangan penyidikan perkara ini sebagai bentuk transparansi publik dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi,” katanya.
Baca juga: Resmi! OJK Kukuhkan Anggota KPKS, Berikut Susunan, Tujuan dan Fungsinya
Berdasarkan informasi yang dihimpun, para tersangka tersebut adalah Gunardi Wantjik (GW), Frederick Aldo Gunardi (FAG), Chrisna Damayanto (CD), dan Alvin Pradipta Adiyota (APA).
KPK sebelumnya telah mengumumkan dimulainya penyidikan kasus ini pada 6 November 2023. Namun saat itu, lembaga antikorupsi belum merilis identitas para tersangka karena proses masih berjalan.
Baca juga: BPR Bank Jepara Artha Disorot KPK, Begini Profilnya
Meski begitu, KPK menyebut bukti permulaan dalam perkara ini mencapai nilai belasan miliar rupiah. Proses penyidikan masih terus berlanjut guna mendalami aliran dana dan keterlibatan pihak lainnya. (*)
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More
Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More
Poin Penting OJK dorong universal banking sebagai strategi memperdalam pasar keuangan dan memperluas peran bank… Read More
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan sanksi administratif kepada seorang pegiat media sosial pasar… Read More
Poin Penting Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mencatat premi asuransi umum 2025 hanya naik 4,8% menjadi… Read More
Poin Penting Klaim dibayar asuransi umum 2025 naik 4,1 persen menjadi Rp48,96 miliar; lonjakan tertinggi… Read More