Nasabah kini kembali bisa mengakses mobile banking BCA/istimewa
Jakarta – Bank BCA semakin meningkatkan ekosistem digitalnya dengan memperkuat sumber daya manusia sebagai fondasi digitalisasi. Hingga akhir tahun 2022, BCA menargetkan untuk menambah SDM di bidang Teknologi Informasi (TI) sebanyak kurang lebih 2.000 orang. Dan dalam lima tahun kedepan sekitar 4.000 sampai 5.000 orang.
“Karena bank sebenarnya mendampingi semua pelaku usaha dan masyarakat dalam hal bertransaksi, jadi kita pun mengikuti perkembangannya yang luar biasa cepat. Sehingga kita harus senantias siap dengan SDM-SDM yang benar-benar mengerti teknologi untuk membuat fondasi digitalisasi yang kuat di BCA,” kata Lianawaty Suwono, Direktur BCA, Selasa, 9 Agustus 2022.
Hingga Juni 2022 jumlah SDM TI di bank BCA baru mencapai sekitar 1.400 SDM dan ini akan terus ditingkatkan, seiring dengan kebutuhan dan perkembangan dalam digitalisasi perbankan. “Semua skill itu sudah menjadi requirement, karena TI luas sekali mulai dari talent di bagian komunikasi, network, cloud teknologi, sampai programing dan data analyst,” jelasnya.
Semua skill TI tersebut, kata dia, dibutuhkan selama produknya bisa develop ke masyarakat. Namun, harus dipastikan produk yang dikembangkan harus stabil dan reliable dan mampu menampung jumlah transaksi yang besar.
Selain itu, BCA selalu memproritaskan investasinya dalam pengembangan TI untuk semakin go digital.b“Kita selalu serius untuk investasi, BCA selalu fokus dalam pengembangan IT dan SDM, dua hal ini kita gak pernah pelit berinvestasi,” tambahnya. (*) Irawati
Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More
PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More
Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More
Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik nilai transaksi hingga Rp45 miliar dalam penyelenggaraan Cathay… Read More
Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa menilai penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s hanya bersifat… Read More
Poin Penting WHO mencatat 74 persen kematian global disebabkan penyakit tidak menular, dengan 17 juta… Read More