Antrian pelamar; Berebut masuk ojek berbasis aplikasi. (Foto: Istimewa).
Jakarta – Bank Indonesia (BI) menilai, untuk mengejar pertumbuhan ekonomi hingga 7%, maka harus dibarengi dengan penurunan tingkat Gini Ratio agar perekonomian nasional tetap berkualitas.
Menurut Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara, tanpa dibarengi penurunan Gini Ratio, diyakini akan menciptakan perekonomian nasional yang tidak berkualitas dan meningkatkan ketimpangan sosial.
“Banyak pihak hanya berbicara bagaimana supaya ekonomi tumbuh 7%? Hanya itu yang dibicarakan. Padahal hal penting yang harus dilakukan, mengurangi kesenjangan ekonomi dan sosial,” ujarnya di Jakarta, Senin, 10 Oktober 2016.
Lebih lanjut Mirza mengungkapkan, butuh upaya yang keras dari pemerintah dan instansi terkait agar tingkat ketimpangan sosial-ekonomi (Gini Ratio) bisa turun. Di mana saat ini tingkat Gini Ratio masih sebesar 0,41 poin. (Selanjutnya : Financial inclusion, upaya menurunkan gini ratio…)
Page: 1 2
Poin Penting Pengguna Aplikasi Jago terhubung Bibit-Stockbit tembus 3 juta per Januari 2026, tumbuh 38%… Read More
Poin Penting OJK percepat reformasi pasar modal melalui delapan rencana aksi untuk memperkuat likuiditas, transparansi,… Read More
Poin Penting Asuransi kesehatan penting di tengah gaya hidup sibuk dan biaya medis yang terus… Read More
Poin Penting OJK menegaskan fundamental dan prospek jangka panjang pasar modal Indonesia masih sangat baik,… Read More
Poin Penting BPJS Ketenagakerjaan dan KONI memperluas perlindungan atlet, dengan 265 ribu pelaku olahraga terdaftar… Read More
Poin Penting OJK dan BEI paparkan 8 aksi reformasi pasar modal ke MSCI, dengan fokus… Read More