Nasional

Geser Duo Bos Djarum, Ini Dia Orang Terkaya di RI Versi Forbes

Jakarta – Nama duo Budi Hartono dan Michael Hartono sudah tidak lagi bercokol dalam tahta orang terkaya di Indonesia saat ini. Pemilik raksasa rokok Djarum Group itu harus tergeser oleh bos emiten batu bara PT Bayan Resources Tbk. (BYAN).

Mengutip data orang terkaya di dunia versi Forbes Realtime Billionaire per September, saat ini Low Tuck Kwong yang memiliki harta kekayaan USD26,1 miliar berhasil menempati posisi orang terkaya di Indonesia, sekaligus menempati urutan ke-57 dunia.

Baca juga: Elon Musk Salip Bernard Arnault Jadi Orang Terkaya di Dunia

Kenaikan harta kekayaan Low Tuck Kwong sendiri tidak terlepas dari pergerakan saham BYAN yang sangat pesat. Bahkan, nilai kapitalisasi pasar BYAN kini terbesar ke-2 di bursa, yaitu Rp792 triliun, di bawah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Pencapaian itu menyalip kapitalisasi pasar PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang berada di peringkat ketiga dengan market cap Rp765 triliun.

Adapun, posisi kedua orang terkaya di Indonesia ditempati Budi Hartono yang memiliki harta kekayaan sebesar USD25,5 miliar. Sementara, posisi ketiga dibuntuti saudaranya Michael Hartono yang memiliki kekayaan senilai USD24,4 miliar. 

Baca juga: Ini Dia Deretan Artis Terkaya di Indonesia, Ada yang Masuk Forbes?

Sebagaimana diketahui, Hartono bersaudara tercatat sebanyak 13 kali berturut-turut menjadi orang paling tajir di Indonesia. Mereka berhasil menduduki posisi tersebut terhitung sejak tahun 2008.

Berikut daftar 5 orang terkaya di Indonesia versi Forbes Real Time Billionaire per 8 Septeember 2023 :

1. Low Tuck Kwong – USD26,1 miliar (Rp400,31 triliun)
2. R. Budi Hartono – USD25,5 miliar (Rp391,1 triliun)
3. Michael Hartono USD24,4 miliar (Rp374 triliun)
4. Prajogo Pangestu – USD8,7 miliar (133,4 triliun)
5. Sri Prakash Lohia – USD6,7 miliar (Rp102,73 triliun)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Prudential Indonesia Luncurkan PRUMapan, Sasar Kebutuhan Proteksi Generasi Sandwich

Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More

4 hours ago

Dana Abadi LPDP Tembus Rp180,8 Triliun, Intip Rincian Alokasi dan Penggunaannya

Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More

5 hours ago

MTF Telusuri Dugaan Tindak Pidana yang Mengatasnamakan Perusahaan

Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More

5 hours ago

ISEI Dorong Reformulasi Kebijakan UMKM Lewat Industry Matching di Bogor

Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More

5 hours ago

Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Kebutuhan Ramadan-Lebaran 2026

Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More

6 hours ago

LPDP Minta Maaf atas Polemik Alumni Berinisial DS

Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More

7 hours ago