Bos emiten batu bara PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) Low Tuck Kwong berhasil menempati posisi ke-52 dalam daftar orang terkaya di dunia/istimewa
Jakarta – Nama duo Budi Hartono dan Michael Hartono sudah tidak lagi bercokol dalam tahta orang terkaya di Indonesia saat ini. Pemilik raksasa rokok Djarum Group itu harus tergeser oleh bos emiten batu bara PT Bayan Resources Tbk. (BYAN).
Mengutip data orang terkaya di dunia versi Forbes Realtime Billionaire per September, saat ini Low Tuck Kwong yang memiliki harta kekayaan USD26,1 miliar berhasil menempati posisi orang terkaya di Indonesia, sekaligus menempati urutan ke-57 dunia.
Baca juga: Elon Musk Salip Bernard Arnault Jadi Orang Terkaya di Dunia
Kenaikan harta kekayaan Low Tuck Kwong sendiri tidak terlepas dari pergerakan saham BYAN yang sangat pesat. Bahkan, nilai kapitalisasi pasar BYAN kini terbesar ke-2 di bursa, yaitu Rp792 triliun, di bawah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Pencapaian itu menyalip kapitalisasi pasar PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang berada di peringkat ketiga dengan market cap Rp765 triliun.
Adapun, posisi kedua orang terkaya di Indonesia ditempati Budi Hartono yang memiliki harta kekayaan sebesar USD25,5 miliar. Sementara, posisi ketiga dibuntuti saudaranya Michael Hartono yang memiliki kekayaan senilai USD24,4 miliar.
Baca juga: Ini Dia Deretan Artis Terkaya di Indonesia, Ada yang Masuk Forbes?
Sebagaimana diketahui, Hartono bersaudara tercatat sebanyak 13 kali berturut-turut menjadi orang paling tajir di Indonesia. Mereka berhasil menduduki posisi tersebut terhitung sejak tahun 2008.
Berikut daftar 5 orang terkaya di Indonesia versi Forbes Real Time Billionaire per 8 Septeember 2023 :
1. Low Tuck Kwong – USD26,1 miliar (Rp400,31 triliun)
2. R. Budi Hartono – USD25,5 miliar (Rp391,1 triliun)
3. Michael Hartono USD24,4 miliar (Rp374 triliun)
4. Prajogo Pangestu – USD8,7 miliar (133,4 triliun)
5. Sri Prakash Lohia – USD6,7 miliar (Rp102,73 triliun)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More