Poin Penting
- Investor asing melakukan net sell besar pada saham bank jumbo, dipimpin BBCA Rp400,11 miliar dan BBNI Rp281,66 miliar.
- Meski terjadi aksi jual asing, harga saham BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI rebound tipis pada sesi I perdagangan 17 Maret 2026.
- Secara mingguan mayoritas saham bank masih melemah, kecuali BBNI yang masih mencatatkan kenaikan.
Jakarta – Saham emiten perbankan berkapitalisasi besar atau bank jumbo mencatat arus keluar dana asing yang cukup besar pada perdagangan Senin (16/3).
Tekanan jual investor asing paling besar terjadi pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencatat net sell sebesar Rp400,11 miliar.
Aksi jual juga terjadi pada saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar Rp281,66 miliar.
Sementara itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dilepas asing senilai Rp131,37 miliar dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp108,27 miliar.
Baca juga: Siap Buyback, Ini Deretan Katalis Saham BBCA di 2026
Di tengah aksi jual investor asing tersebut, sektor keuangan hingga perdagangan sesi I pada Selasa (17/3) masih mengalami koreksi tipis sekitar 0,09 persen, meskipun mayoritas sektor lainnya mencatat penguatan.
Namun, pada saat yang sama harga saham bank-bank jumbo tersebut mulai menunjukkan rebound tipis, yakni BBCA naik 0,74 persen menjadi Rp6.800, BBRI meningkat 0,57 persen menjadi Rp3.500.
Kemudian, BMRI menguat 1,06 persen menjadi Rp4.750 dan harga saham BBNI mengalami kenaikan 0,93 persen menjadi Rp4.360.
Baca juga: Libur Lebaran 2026: Ini Jadwal Operasional Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BSI
Meski begitu, secara mingguan harga saham perbankan tersebut mayoritas mengalami koreksi, dengan BBCA turun 2,51 persen, BBRI melemah 1,40 persen, dan BMRI merosot 3,46 persen. Sedangkan BBNI masih mampu naik 2,35 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra










