Genjot Pertumbuhan Bisnis, Indospring (INDS) Perluas Ekspor ke Timur Tengah

Genjot Pertumbuhan Bisnis, Indospring (INDS) Perluas Ekspor ke Timur Tengah

Poin Penting

  • Indospring membidik kawasan tersebut karena karakteristik pasar, khususnya dominasi truk Jepang, dinilai serupa dengan Indonesia dan potensial untuk mendorong pertumbuhan ekspor.
  • Perseroan fokus mengembangkan lini fastener (U-bolt) untuk aftermarket serta membuka peluang produksi fastener non-otomotif guna memperluas basis bisnis.
  • Hingga kuartal III-2025, penjualan neto mencapai Rp2,46 triliun. Prospek industri otomotif 2026 yang diproyeksi tumbuh 5,4 persen menjadi katalis pertumbuhan berkelanjutan.

Jakarta – PT Indospring Tbk (INDS) terus memacu ekspansi pasar ekspor sebagai bagian dari strategi pertumbuhan berkelanjutan. Teranyar, produsen komponen otomotif tersebut membidik kawasan Timur Tengah dan Asia Tengah sebagai pasar potensial baru.

Direktur PT Indospring Tbk, Bob Budiono, menilai kawasan Timur Tengah memiliki prospek yang relevan dengan portofolio produk Perseroan. Menurutnya, karakteristik pasar di wilayah tersebut memiliki kemiripan dengan Indonesia, khususnya pada segmen kendaraan komersial.

Pasalnya, pasar Timur Tengah didominasi oleh truk merek Jepang dengan spesifikasi dan model yang identik dengan pasar domestik. Kondisi ini dinilai membuka ruang penetrasi yang lebih cepat dan terukur bagi produk-produk Indospring.

Baca juga: Industri Otomotif “Tak Baik-Baik Saja”, Hyundai Ungkap Tantangan Ekosistem Kendaraan Listrik di RI

“Oleh karena itu, strategi Perseroan tahun ini akan berfokus pada ekspansi ekspor ke wilayah Timur Tengah dan Asia Tengah guna memperkuat pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan,” ucap Bob dikutip, 8 Februari 2026.

Saat ini, struktur pendapatan Perseroan ditopang oleh tiga segmen utama, yakni pasar OEM (Original Equipment Manufacturer) domestik, pasar aftermarket atau replacement spare part, serta pasar ekspor. Diversifikasi tersebut menjadi penyangga utama stabilitas dan kesinambungan kinerja usaha.

Di pasar domestik, pada tahun ini Indospring memprioritaskan penguatan lini produk fastener (U-bolt) untuk segmen aftermarket. Kendati demikian, Perseroan tetap membuka peluang investasi tambahan untuk memproduksi fastener non-otomotif sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis jangka panjang.

“Strategi ini sejalan dengan target Perseroan untuk menembus jajaran tiga besar di pasar domestik, sekaligus menjadikannya motor pertumbuhan utama di masa mendatang,” imbuhnya.

Dari sisi kinerja, hingga kuartal III-2025 Perseroan membukukan penjualan neto sebesar Rp2,46 triliun. Capaian ini mencerminkan solidnya permintaan terhadap produk-produk Indospring di tengah dinamika industri otomotif.

Baca juga: Danamon dan Adira Finance Dukung Perluasan Pembiayaan Otomotif di IIMS 2026

Ke depan, perseroan optimistis prospek pasar suku cadang kendaraan bermotor masih akan tumbuh, seiring dengan tren positif industri otomotif nasional. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil nasional pada 2026 diproyeksikan mencapai 850.000 unit atau naik sekitar 5,4 persen dibandingkan realisasi 2025 yang sebesar 803.687 unit.

Dengan strategi ekspansi ekspor dan penguatan pasar domestik yang berjalan simultan, Indospring optimistis mampu menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkokoh posisinya di industri komponen otomotif, baik di pasar nasional maupun global. (*)

Editor: Galih Pratama

Related Posts

News Update

Netizen +62