Ojol Gojek motor listrik. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Dalam rangka mendukung transformasi energi hijau, PT. TBS Energi Utama Tbk (TBS) melakukan Joint Venture dengan Gojek untuk mendirikan perusahaan patungan Electrum.
Dengan total investasi yang mencapai USD1 miliar atau setara Rp14 triliun tersebut, nantinya akan dipergunakan untuk memproduksi sebanyak 500 ribu motor listrik hingga tahun 2025.
TBS dalam perannya untuk mendukung green business memiliki 2 pilar bisnis, yaitu renewable dan electric digital.
Dalam pengembangan kendaraan listrik, TBS bersama Gojek menargetkan pada akhir tahun ini atau awal tahun depan sudah bisa membangun infrastruktur teknologi untuk memproduksi dan menjual kendaraan listrik secara komersil.
Diketahui, TBS bersama Gojek yang telah melakukan Joint Venture dengan nama Electrum akan mengembangkan usaha bisnis dalam bidang manufaktur kendaraan listrik roda dua, teknologi pengemasan baterai, infrastruktur penukaran baterai, serta pembiayaan untuk memiliki kendaraan listrik
Hal tersebut sebagai komitmen TBS dan Gojek untuk mencapai nol emisi karbon di tahun 2030 yang akan berfokus pada pengembangan dan investasi di bidang energi terbarukan dan clean business. (*) Khoirifa
Jakarta - Banyak orang masih percaya bahwa penyakit kritis hanya untukusia lanjut. Selama tubuh terasa kuat dan aktivitas berjalan normal, risiko kesehatan sering dianggap sebagai kekhawatiran “nanti saja”. Padahal, tren global menunjukan cerita berbeda yang mana penyakit kritis kini juga sering terjadi pada usia produktif. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 16 September… Read More
Poin Penting BSI membukukan laba bersih Rp7,57 triliun sepanjang 2025, naik 8,02 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting Standard Chartered mendorong portofolio yang disiplin, terstruktur (core, tactical, opportunistic), dan terdiversifikasi lintas… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang… Read More
Poin Penting IHSG lanjut melemah tajam – Pada sesi I (6/2), IHSG ditutup turun 2,83%… Read More
Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More