Market Update

Gegara Ini, IHSG Sesi I Ambles 2,27 Persen ke Level 6.947

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini (3/2) ditutup anjlok ke level 6.947,77 atau melemah 2,27 persen dari dibuka pada level 7.109,19.

Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, pelemahan IHSG tersebut sejalan dengan kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump terkait pemberlakuan tarif. AS mengenakan tarif kepada mitra dagang utamanya seperti Meksiko dan Kanada 25 persen, serta 10 persen untuk impor dari Tiongkok.

“Kondisi ini membuat pasar khawatir ini akan menimbulkan kekhawatiran tentang potensi gangguan pada perdagangan global,” ucap Manajemen Pilarmas dalam risetnya di Jakarta, 3 Februari 2025.

Baca juga: IHSG Pekan Ini Bakal Dipengaruhi Sederet Sentimen Berikut

Sementara dari domestik, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan deflasi sebesar 0,76 persen di Januari 2025, yang memberikan pandangan bahwa terjadi penurunan permintaan agregat dan melemahnya aktiviyas ekonomi, sehingga akan memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 9,22 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 803 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp6,51 triliun. 

Kemudian, tercatat terdapat 494 saham terkoreksi, sebanyak 131 saham menguat dan sebanyak 168 saham tetap tidak berubah. 

Selanjutnya, seluruh sektor juga mengalami pelemahan, dengan sektor properti turun paling dalam 3,36 persen, sektor bahan baku melemah 3,01 persen, sektor kesehatan merosot 2,56 persen, sektor non-siklikal melemah 1,98 persen, sektor infrastruktur turun 1,81 persen, dan sektor siklikal merosot 1,68 persen.

Baca juga: BRI Siapkan Rp3 Triliun untuk Buyback Saham di 2025

Selanjutnya, sektor energi turun 1,60 persen, sektor keuangan melemah 1,59 persen, sektor transportasi merosot 1,18 persen, sektor industrial turun 1,15 persen, dan sektor teknologi melemah 0,83 persen. 

Adapun, indeks-indeks bursa Asia kompak melemah dengan Nikkei 225 Index Tokyo turun 2,98 persen, Hang Seng Index Hong Kong merosot 0,92 persen, dan Shanghai Composite Index Shanghai turun 0,06 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Kebijakan Fiskal Ugal-Ugalan, Apa Tidak Dipikirkan Dampaknya?

Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga TEPAT 8 Januari 2026 akhirnya pemerintah melakukan konferensi… Read More

27 mins ago

OJK Setujui Pencabutan Izin Usaha Pindar Milik Astra

Poin Penting OJK menyetujui pencabutan izin usaha pindar Maucash milik Astra secara sukarela, mengakhiri operasional… Read More

46 mins ago

OJK Resmi Bentuk Direktorat Pengawasan Perbankan Digital

Poin Penting OJK membentuk Direktorat Pengawasan Perbankan Digital yang efektif sejak 1 Januari 2026 untuk… Read More

59 mins ago

Infobank Perbaiki Perhitungan LAR, Rasio Bank BCA Syariah Turun Jadi 5,53 Persen

Poin Penting Infobank melalui birI memperbaiki perhitungan Loan at Risk (LAR) agar sesuai dengan ketentuan… Read More

1 hour ago

OJK Optimistis Kinerja Perbankan Tetap Solid di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kinerja perbankan tetap solid pada 2026, ditopang pertumbuhan kredit, DPK, kualitas… Read More

1 hour ago

Kedudukan dan Otoritas Danantara Pascarevisi Keempat UU BUMN

Oleh Junaedy Gani DARI waktu ke waktu muncul aspirasi tentang keberadaan sebuah Sovereign Wealth Fund… Read More

2 hours ago