Poin Penting
- Garuda Metalindo (BOLT) mencatat laba bersih Rp142 miliar pada 2025, naik 41,5 persen (yoy), dengan pendapatan meningkat menjadi Rp1,66 triliun dari Rp1,47 triliun pada 2024
- Kenaikan pendapatan didorong oleh penguatan pasar domestik, peningkatan ekspor, serta kontribusi segmen non-otomotif
- Meski beberapa segmen seperti komponen kendaraan dan penjualan bahan baku menurun, perseroan fokus pada produk bernilai tambah lebih tinggi.
Jakarta – PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) telah mencatatkan kinerja yang positif pada 2025 dengan membukukan laba bersih Rp142 miliar. Angka ini tumbuh 41,5 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp100 miliar.
Di tengah kondisi industri otomotif domestik yang masih menghadapi tantangan, BOLT berhasil membukukan pendapatan Rp1,66 triliun pada 2025. Angka ini juga naik dibanding pada 2024 yang senilai Rp1,47 triliun.
“Perkembangan ini mencerminkan kemampuan perseroan dalam memperluas skala usaha, baik melalui penguatan pasar domestik maupun kontribusi yang semakin besar dari pasar ekspor dan segmen non-otomotif,” ucap manajemen BOLT dalam keterangan resmi dikutip, 17 April 2026.
Baca juga: TPIA Bukukan Laba USD205 Juta di Kuartal I 2026
Secara segmental, perkembangan pendapatan didukung oleh pertumbuhan pada beberapa lini usaha utama. Salah satunya segmen suku cadang sepeda motor yang mencatatkan pendapatan Rp552 miliar pada 2025, dibandingkan Rp517 miliar pada 2024.
Sementara itu, segmen suku cadang otomotif roda empat juga meningkat menjadi Rp344 miliar dari Rp118 miliar pada tahun sebelumnya. Ini mencerminkan semakin luasnya cakupan pasar dan produk Perseroan pada segmen kendaraan roda empat.
Di sisi lain, pendapatan komponen kendaraan tercatat sebesar Rp317 miliar pada 2025, dibandingkan Rp345 miliar pada 2024. Perkembangan ini terutama mencerminkan penyesuaian pada permintaan beberapa jenis produk tertentu.
Lebih lanjut, pendapatan dari industri lainnya menunjukkan peningkatan menjadi Rp69 miliar pada 2025 dari Rp49 miliar di 2024.
Sementara itu, penjualan bahan baku mengalami penurunan menjadi Rp265 miliar dari Rp357 miliar pada tahun sebelumnya. Hal itu sejalan dengan fokus perseroan yang terus diarahkan pada segmen dengan nilai tambah dan kualitas marjin yang lebih baik.
Baca juga: Ditopang Manufaktur, Laba BELL Naik 9 Persen jadi Rp12,57 Miliar di 2025
Dari sisi pasar ekskpor, Garuda Metalindo mencatakan pendapatan ekspor Rp120 miliar pada 2025, dibandingkan Rp88 miliar di tahun sebelumnya.
Perkembangan ini mencerminkan keberhasilan perseroan dalam memperluas jangkauan pasar internasional, meningkatkan penetrasi pada pelanggan eksisting, serta menangkap peluang dari pergeseran rantai pasok global. (*)
Editor: Galih Pratama








