Poin Penting
- Sinergi Multi Lestarindo (SMLE) menggandeng PT KAS untuk memproduksi minyak nilam dengan kapasitas 100-400 ton per tahun
- Pabrik di Gresik sudah 90 persen rampung dan ditargetkan mulai ekspor pada 2027
- Pasar ekspor dibidik ke India, China, dan Eropa, dengan target India 50-100 ton pada tahun pertama.
Jakarta – PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) menjalin kerja sama dengan PT Kencana Alam Sakti (PT KAS) dalam produksi minyak nilam untuk memenuhi pasar lokal sekaligus membidik pasar ekspor mulai 2027.
Direktur Utama SMLE Siu Min mengatakan, produksi minyak nilam tersebut akan dilakukan melalui pabrik PT KAS yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi sekitar 100-400 ton minyak nilam per tahun.
“Pabrik di Gresik dan saat ini sudah 90 persen rampung, sehingga kami harapkan di tahun 2027 kita sudah bisa mulai ekspor ke luar negeri. Kapasitas PT KAS ini adalah kurang lebih 100-400 ton per tahun,” ucap Siu Min dalam Public Expose Live di Jakarta, 11 September 2026.
Baca juga: Gara-gara Ini, Harga Minyak Mentah Indonesia Tembus USD89,43
Menurutnya, minyak nilam yang diproduksi akan digunakan sebagai bahan baku parfum dan kosmetik. Adapun pasar ekspor yang dibidik mencakup India, China, hingga Eropa.
“Untuk ketiga negara ini kami sudah mempunyai sumber seperti di India, kita sudah bekerjasama dengan salah satu perusahaan di India untuk mensupply minyak nilam ini ke customer-customernya mereka,” imbuhnya.
Untuk pasar India, SMLE memperkirakan volume ekspor minyak nilam dapat mencapai 50-100 ton pada tahun pertama.
Angka tersebut dinilai masih memiliki ruang untuk ditingkatkan mengingat kebutuhan minyak nilam di India mencapai sekitar 900 ton per tahun.
Baca juga: Sinergi Multi Lestarindo (SMLE) Lepas 465,62 Juta Saham, Tawarkan Harga IPO Segini
“Jadi target mereka itu, karena satu tahun di India itu mereka total India itu kurang lebih 900 ton, ekspektasi kami bisa menjual ke India itu setidaknya 50-100 ton di tahun pertama,” ujar Siu Min.
Sementara itu, perseroan belum memerinci target volume ekspor minyak nilam untuk pasar China dan Eropa. (*)
Editor: Galih Pratama


