Moneter dan Fiskal

Gara-Gara Pemerintah Naikan BBM, Inflasi Sulsel Terus Melonjak

Jakarta – Inflasi di Sulawesi Selatan (Sulsel) pada September 2022 sebesar 6,35% secara yoy atau berada diatas inflasi nasional yang sebesar 5,95%. Tingginya inflasi di Sulsel didorong oleh harga yang diatur pemerintah utamanya kenaikan tarif angkutan pasca penyesuaian harga BBM.

Imran Jausi Kepala Dinas TPHBun mengatakan, diperkirakan inflasi di Sulawesi Selatan masih berlanjut akibat pengaruh kebijakan penyesuaian harga BBM, sehingga diperlukan perhatian bersama khususnya dalam pengendalian inflasi ke depan.

Sejalan dengan program pengendalian inflasi, Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) berperan penting di tengah tren kenaikan harga komoditas pangan yang bergejolak. Selain itu, upaya pengendalian inflasi juga perlu diperkuat sebagaimana dampak akibat kebijakan penyesuaian harga BBM.

“Penggunaan dana APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), DTT (Dana Tak Terduga) dan dana belanja wajib 2% dari DTU (Dana Transfer Umum) untuk mendukung pengendalian dan penanganan dampak inflasi sesuai arahan Presiden tengah kami optimalkan guna menjaga daya beli masyarakat ,” ungkap Imran dalam GNPIP Sulawesi Serlatan, Senin, 24 Oktober 2022.

Lanjutnya, beberapa program pengendalian inflasi jangka pendek dan jangka panjang di Sulawesi Selatan telah dijalankan bersinergi dengan tim pengendalian inflasi baik di tingkat provinsi maupun Kabupaten/Kota mulai dari sisi hulu hingga hilir.

Program tersebut antara lain, dari sisi hulu yaitu terdapat program mandiri benih yang merupakan program pembagian benih unggul pada 100 ribu hektar sawah di Sulawesi Selatan. Pemberian bantuan alat-alat mesin pertanian dan sarana produksi, melalui dinas tanaman pangan hortikultura dan perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan.

“Selain itu, tengah dilakukan upaya penguatan penggunaan teknologi informasi dan komputer dalam rangka penyusunan neraca pangan di Kabupaten/Kota secara real-time,” kata Imran.

Kemudian, di sisi hilir pemerintah Sulawesi Selatan bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Bulog dan instansi lainnya secara reguler melaksanakan bazar pangan murah pada enam zona utama di Sulawesi Selatan.

“Sebagaimana yang kita ketahui bersama Sulawesi Selatan merupakan lumbung padi nasional sehingga harapannya pasokan beras di Sulawesi Selatan dapat memenuhi kebutuhan nasional kita. Dalam rangka meningkatkan pasokan, pemerintah Sulawesi Selatan mengoptimalkan jalur distribusi dan ritel, serta mendukung program GNPIP maka pada 20 Oktober 2022 kami telah melakukan kerjasama antara Bulog dengan mitra pangan sehingga penyerapan gabah di wilayah Sulawesi Selatan bisa terlaksana dengan baik,” tutupnya. (*) Irawati

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

BNI Tawarkan Diskon Belanja Ramadhan hingga Rp70.000 di Berbagai Ritel Modern

Poin Penting BNI menghadirkan promo “Ramadan Berlomba Kebaikan Bersama BNI” dengan diskon belanja hingga Rp70.000.… Read More

8 mins ago

Sompo Indonesia Hadirkan Asuransi Mudik, Premi Mulai Rp15 Ribu

Poin Penting Sompo Indonesia mengingatkan perjalanan mudik Idulfitri memiliki berbagai risiko, sehingga perlu perlindungan sejak… Read More

48 mins ago

Angkot Puncak Bogor Libur 5 Hari saat Lebaran, Kompensasi Rp1 Juta Disalurkan via Bank BJB

Poin Penting Pemprov Jabar menghentikan operasional angkot di jalur Puncak selama lima hari pada periode… Read More

52 mins ago

8,12 Juta Wajib Pajak Sudah Lapor SPT Tahunan

Poin Penting Hingga 15 Maret 2026 pukul 24.00 WIB, DJP mencatat 8.125.023 SPT Tahunan PPh… Read More

2 hours ago

AirAsia Indonesia Kantongi Pendapatan Rp7,87 Triliun, Rugi Terpangkas 15 Persen

Point Penting Pendapatan 2025 capai Rp7,87 triliun, sementara kerugian berhasil ditekan 15 persen dibandingkan tahun… Read More

2 hours ago

Jasamarga Trans Jawa Beri Diskon Tarif Tol 30 Persen Saat Lebaran 2026

Poin Penting PT Jasamarga Transjawa Tol memberlakukan diskon tarif tol sebesar 30 persen di ruas… Read More

2 hours ago