Gara-Gara Pemerintah Naikan BBM, Inflasi Sulsel Terus Melonjak

Gara-Gara Pemerintah Naikan BBM, Inflasi Sulsel Terus Melonjak

Gara-Gara Pemerintah Naikan BBM, Inflasi Sulsel Terus Melonjak
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Inflasi di Sulawesi Selatan (Sulsel) pada September 2022 sebesar 6,35% secara yoy atau berada diatas inflasi nasional yang sebesar 5,95%. Tingginya inflasi di Sulsel didorong oleh harga yang diatur pemerintah utamanya kenaikan tarif angkutan pasca penyesuaian harga BBM.

Imran Jausi Kepala Dinas TPHBun mengatakan, diperkirakan inflasi di Sulawesi Selatan masih berlanjut akibat pengaruh kebijakan penyesuaian harga BBM, sehingga diperlukan perhatian bersama khususnya dalam pengendalian inflasi ke depan.

Sejalan dengan program pengendalian inflasi, Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) berperan penting di tengah tren kenaikan harga komoditas pangan yang bergejolak. Selain itu, upaya pengendalian inflasi juga perlu diperkuat sebagaimana dampak akibat kebijakan penyesuaian harga BBM.

“Penggunaan dana APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), DTT (Dana Tak Terduga) dan dana belanja wajib 2% dari DTU (Dana Transfer Umum) untuk mendukung pengendalian dan penanganan dampak inflasi sesuai arahan Presiden tengah kami optimalkan guna menjaga daya beli masyarakat ,” ungkap Imran dalam GNPIP Sulawesi Serlatan, Senin, 24 Oktober 2022.

Lanjutnya, beberapa program pengendalian inflasi jangka pendek dan jangka panjang di Sulawesi Selatan telah dijalankan bersinergi dengan tim pengendalian inflasi baik di tingkat provinsi maupun Kabupaten/Kota mulai dari sisi hulu hingga hilir.

Program tersebut antara lain, dari sisi hulu yaitu terdapat program mandiri benih yang merupakan program pembagian benih unggul pada 100 ribu hektar sawah di Sulawesi Selatan. Pemberian bantuan alat-alat mesin pertanian dan sarana produksi, melalui dinas tanaman pangan hortikultura dan perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan.

“Selain itu, tengah dilakukan upaya penguatan penggunaan teknologi informasi dan komputer dalam rangka penyusunan neraca pangan di Kabupaten/Kota secara real-time,” kata Imran.

Kemudian, di sisi hilir pemerintah Sulawesi Selatan bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Bulog dan instansi lainnya secara reguler melaksanakan bazar pangan murah pada enam zona utama di Sulawesi Selatan.

“Sebagaimana yang kita ketahui bersama Sulawesi Selatan merupakan lumbung padi nasional sehingga harapannya pasokan beras di Sulawesi Selatan dapat memenuhi kebutuhan nasional kita. Dalam rangka meningkatkan pasokan, pemerintah Sulawesi Selatan mengoptimalkan jalur distribusi dan ritel, serta mendukung program GNPIP maka pada 20 Oktober 2022 kami telah melakukan kerjasama antara Bulog dengan mitra pangan sehingga penyerapan gabah di wilayah Sulawesi Selatan bisa terlaksana dengan baik,” tutupnya. (*) Irawati

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]