Gara-Gara Kebijakan BI, Bisnis Kartu Kredit Perbankan Bisa Tergerus

Jakarta – Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menurunkan batas maksimum suku bunga kartu kredit dari 2,5% menjadi 2% per bulan, memang memberikan angin segar bagi para nasabah dan menggenjot transaksi kartu kredit, di tengah penyebaran pandemi virus corona (covid-19).

Namun, menurut Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) kebijakan BI tersebut juga dikhawatirkan akan menggerus bisnis kartu kredit perbankan.
Ketua AKKI Steve Martha kepada infobanknews menjelaskan, ditengah penyebaran pandemi Covid-19 ini, beban perbankan semakin berat.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, bisnis kartu kredit perbankan yang sedang melambat ditambah pula dengan kebijakan BI yang menurunkan bunga kartu kredit, dikhawatirkan bakal menurunkan pendapatan bisnis kartu kredit. Sehingga, bank harus menyiapkan strategi agar bisnisnya tetap jalan terus.

“Kekhawatiran betul ada, bukan hanya (kebijakan) bunga saja tapi dari sisi semuanya melihat kekhawatiran. Misal untuk pembuatan kartu baru saja, siapa yang mau apply sekarang, sementara itu dari sisi transaksi juga saat ini siapa yang mau keluar negeri saat seperti ini,” kata Steve di Jakarta, Selasa 21 April 2020.

Bahkan, pihaknya juga memprediksi, bahwa bisnis kartu kredit perbankan akan sulit untuk tumbuh double digit di tahun ini. Namun pihaknya masih optimis kebijakan bank sentral tersebut sudah dibicarakan secara matang oleh seluruh pelaku perbankan.

Steve berharap, dimasa pandemi saat ini, perbankan wajib mempersiapkan solusi dan strategi guna menjaga bisnisnya. “Harusnya (bank) punya jalan seperti efisiensi, sharing cost, yang mungkin masih bisa diterapkan di Indonesia saat ini. Jadi ini setiap bank harus buat planing sendiri sendiri,” tukasnya.

Asal tahu saja, selain menurunkan bunga kartu kredit, aturan BI tersebut juga mengatur mengenai penurunan sementara besaran denda keterlambatan pembayaran yang turun menjadi 1% atau maksimal Rp100.000 dari sebelumnya sebesar 3% dan maksimal Rp150.000 yang mulai berlaku pada 1 Mei 2020 hingga 31 Desember 2020.

Adapun kebijakan tersebut ditempuh BI untuk terus mendukung kebijakan penerbit kartu kredit untuk memperpanjang jangka waktu pembayaran bagi nasabah yang terdampak Covid-19. (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

View Comments

  • Terima kasih Banyak Gubernur Bank Indonesia dan Staff yang membuat Kebijakan yg bijaksana hal Kartu Kredit, sangat membantu untuk saya survive dalam kondisii dirumahkan karena Covid 19. sekali lagi Terima kasih BI.

Recent Posts

OTT KPK di Bea Cukai: Eks Direktur P2 DJBC Ditangkap, Uang Miliaran-Emas 3 Kg Disita

Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More

7 hours ago

Istana Bantah Isu 2 Pesawat Kenegaraan untuk Prabowo, Ini Penjelasannya

Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More

7 hours ago

BTN Targetkan Pembiayaan 20.000 Rumah Rendah Emisi pada 2026

Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More

7 hours ago

Apa Untungnya Danantara Masuk Bursa Saham? Ini Kata Pakar

Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More

8 hours ago

BTN Ungkap Penyebab NPL Konstruksi Tinggi, Fokus Bereskan Kredit Legacy

Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More

8 hours ago

Risiko Bencana Tinggi, Komisi VIII Minta Anggaran dan Sinergi Diperkuat

Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More

8 hours ago