Poin Penting
- PT KISI Asset Management resmi berganti nama menjadi PT Korea Investment Management Indonesia (KIM Indonesia) dengan dukungan manajer aset global.
- KIM Indonesia menargetkan pertumbuhan Asset Under Management (AUM) minimal 30 persen pada 2026.
- AUM perseroan tumbuh kuat, naik 134 persen sepanjang 2025 dan melonjak 1.259 persen sejak 2019.
Jakarta – PT KISI Asset Management resmi mengumumkan perubahan nama perusahaan menjadi PT Korea Investment Management Indonesia (KIM Indonesia) pada Senin, 19 Januari 2026. Perubahan nama ini menegaskan komitmen perseroan dalam memperkuat pengelolaan investasi dengan dukungan penuh dari Korea Investment Management Co., Ltd (KIM) sebagai institusi pengelola aset global.
Dukungan tersebut menjadi fondasi penting bagi penguatan bisnis ke depan sekaligus memastikan praktik investasi di pasar modal Indonesia selaras dengan standar internasional.
Baca juga: KISI AM Ubah Nama Jadi Korea Investment Management Indonesia
Direktur Utama KIM Indonesia Arfan F. Karniody menjelaskan, perubahan nama mencerminkan visi perusahaan yang lebih besar. Kehadiran pemegang saham global dinilai membawa nilai tambah signifikan bagi pengembangan investasi domestik.
“Dukungan dari Korea Investment Management Co., Ltd memberikan landasan yang kokoh bagi kami untuk menjalankan pengelolaan investasi secara konsisten dan selaras dengan dinamika industri manajer investasi di Indonesia,” kata Arfan dalam sambutannya di Jakarta, Senin, 19 Januari 2026.
Target AUM Tumbuh 30 Persen di 2026
Seiring perubahan nama tersebut, KIM Indonesia optimistis mencatatkan pertumbuhan aset kelolaan atau Asset Under Management (AUM) sebesar 30 persen pada 2026.
“Kemudian untuk target, KIM Indonesia di tahun 2026, kita total AUM kurang lebih kita akan tumbuh at least 30 persen,” imbuhnya.
Baca juga: Nasabah Melonjak 148 Persen, KISI Perkuat IPO dan Aplikasi Trading
Optimisme KIM Indonesia itu juga berasal dari pertumbuhan AUM yang kuat dan berkelanjutan. Dalam periode satu tahun, AUM KIM Indonesia meningkat dari Rp4,24 triliun per Desember 2024 menjadi Rp9,92 triliun per Desember 2025 atau tumbuh 134 persen.
Adapun sejak 2019, AUM Perseroan tercatat melonjak hingga 1.259 persen, mencerminkan kepercayaan investor yang konsisten terhadap strategi investasi, kinerja produk, serta penguatan tata kelola perusahaan. (*)
Editor: Yulian Saputra










