Jakarta – Telkomsel memanfaatkan peluang pertumbuhan micro drama (drama pendek) yang sedang berkembang pesat di pasar global dengan meluncurkan Paket Bundling PremiumFlexTV. Peluncuran produk ini memecahkan rekor nasional.
“Dengan layanan streaming micro drama berformat video vertikal yang pertama di Indonesia bersama FlexTV, kami ingin memberikan pengalaman hiburan yang relevan dengan tren terbaru di industri digital,” ujar VP Digital Lifestyle Telkomsel, Lesley Simpson, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (24/1).
Baca juga: Kolaborasi Rey dan Telkomsel, Hadirkan Integrasi Paket Data dan Proteksi Kesehatan
Micro drama yang menjadi format utama FlexTV, saat ini tengah berkembang pesat di pasar global. Di China, industri ini tumbuh sebesar 268 persen pada 2023, dengan nilai pasar mencapai 37,39 miliar yuan (sekitar 5,3 miliar USD). Proyeksi menunjukkan angka ini akan melampaui 100 miliar yuan pada 2027.
Keberhasilan ini mencerminkan meningkatnya preferensi konsumen terhadap konten singkat dengan narasi kuat yang mudah diakses di tengah kesibukan sehari-hari.
“Sebagai pelopor di Indonesia, Telkomsel memanfaatkan peluang ini untuk menghadirkan pengalaman hiburan yang relevan dan terjangkau,” ujar Lesley.
Baca juga: Di Tengah Gempuran Produk Impor, Polytron Pede Penjualan Tumbuh 10 Persen di 2025
Chief Executive Officer MPU (Mega Matrix), Yucheng Hu menambahkan, kemitraan ini tidak hanya memperkenalkan FlexTV, yang dioperasikan oleh anak perusahaan Mega Matrix, Yuder PTE, kepada audiens yang lebih luas di Indonesia, tetapi juga mempertegas posisi MPU sebagai destinasi utama bagi penggemar konten inovatif berbasis layar vertikal.
“Dengan bangga, bersama Telkomsel, kami meluncurkan pertama kali produk bundling ini, menghadirkan solusi hiburan digital yang relevan, menarik, dan memberikan pengalaman baru bagi pelanggan,” ujar Yucheng. (DW)
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More
Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More
Poin Penting INDS memperkuat produktivitas dan efisiensi melalui pembelian aset operasional dari entitas anak senilai… Read More
Poin Penting KB Bank salurkan kredit sindikasi USD95,92 juta untuk mendukung pengembangan PT Petro Oxo… Read More