Gak Perlu Pusing, Begini Cara Nanovest Bikin Pemula Langsung Bisa Investasi

Gak Perlu Pusing, Begini Cara Nanovest Bikin Pemula Langsung Bisa Investasi

Poin Penting

  • Nanovest mengandalkan aplikasi sederhana dan user friendly tanpa grafik rumit untuk menarik investor pemula.
  • Strategi kemudahan registrasi, edukasi, dan pengalaman pengguna mendorong pertumbuhan signifikan hingga 2025.
  • Nanovest meluncurkan token IDDB berbasis Surat Utang Negara INDON34 untuk mempermudah akses investor ritel ke obligasi.

Jakarta – Di tengah persaingan aplikasi investasi yang semakin ketat, Nanovest mengandalkan strategi kesederhanaan dan pengalaman pengguna untuk menarik investor muda, khususnya Gen Z dan milenial.

Chief Marketing Officer Nanovest, Jovita Widjaja, mengatakan sejak awal perusahaan memang ingin dekat dengan generasi muda yang baru mengenal dunia investasi.

Menurutnya, karakter Gen Z dan milenial yang mengutamakan kemudahan dan kecepatan menjadi pertimbangan utama dalam pengembangan aplikasi.

“Target market-nya sendiri sebenarnya Nanovest itu digital. Tapi memang kita capture-nya lebih ke Gen Z dan milenial. Makanya aplikasinya itu sangat user friendly. Simpel banget lah pokoknya,” ujar Jovita saat ditemui usai acara Media Gathering di Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026.

Baca juga: Kantongi Izin OJK, Nanovest Jadi Crypto Exchange Pertama di Indonesia untuk Staking ETH

Ia menjelaskan bahwa salah satu hambatan terbesar bagi calon investor pemula adalah tampilan aplikasi yang terlalu teknis dan rumit. Karena itu, Nanovest sengaja mengurangi elemen-elemen yang dinilai membingungkan, termasuk grafik yang kompleks.

“Di kita itu nggak ada candlestick yang pusing gitu ya. Pertama kali orang lihatnya nggak langsung ah ini apa nih. Jadi kita sangat mengutamakan UI UX yang simple dan memudahkan para investor di Indonesia untuk membeli investasi,” jelasnya.

Permudah Akses dan Edukasi Investor Muda

Kemudahan juga diterapkan dalam proses pendaftaran. Pengguna berusia 17 atau 18 tahun yang sudah memiliki KTP dapat langsung mendaftar dan mulai berinvestasi.

Di dalam aplikasi juga tersedia berbagai tips dan tutorial yang dirancang khusus untuk membantu pengguna yang sama sekali belum memiliki pengalaman investasi.

“Karena kita capture-nya milenial dan Gen Z dan banyak yang baru mulai investasi, jadi kita try to make our investment app as simple as possible. Dari yang nggak tahu investasi sama sekali itu gampang banget,” tambahnya.

Baca juga: Pendapatan Tak Menentu? Ini Tips Mengatur Keuangan untuk Freelancer

Strategi tersebut terbukti berdampak pada pertumbuhan pengguna. Hingga 2025, Nanovest mencatat lebih dari 1,1 juta pengguna yang telah menyelesaikan proses KYC dan mendaftarkan identitas mereka di platform tersebut.

Hadirkan Token Berbasis Surat Utang Negara

Selain kemudahan penggunaan, Nanovest juga memperluas pilihan instrumen investasi agar pengguna dapat mengakses berbagai produk dalam satu platform sesuai profil risiko masing-masing.

Baca juga: Lampaui Target, Realisasi Investasi 2025 Tembus Rp1.931,2 Triliun

Di sektor kripto, perusahaan meluncurkan fitur web trading dan token berbasis real world asset bernama IDDB yang didukung Surat Utang Negara seri INDON34. Inovasi ini membuka akses lebih luas bagi investor ritel terhadap obligasi negara melalui mekanisme tokenisasi.

“IDDB itu adalah token real world asset pertama di Indonesia. Belakangnya itu INDON34 yaitu surat utang negara. Kenapa kita bikin token itu, supaya memudahkan investor beli surat utang negara,” pungkasnya. (*) Alfi Salima Puteri

Related Posts

News Update

Netizen +62