Ekonomi dan Bisnis

Gak Main-Main, DJKN Sudah Salurkan PMN ke PT PII Hingga Rp10,65 Triliun

Jakarta – Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) mencatat, pemerintah telah memberikan Penyertaan Modal Negara (PMN) pada PT Penjamin Infrastruktur Indonesia (PT PII) sebanyak Rp10,65 triliun hingga tahun 2023.

Direktur Kekayaan Negara Dipisahkan DJKN, Meirijal Nur, menjelaskan bahwa PMN sebesar Rp10,65 triliun kepada PT PII tersebut telah diberikan sejak pertama kali PT PII didirikan pada 2009.

Baca juga: PLN Ajukan Lagi PMN Rp5,6 Triliun di 2024, Ini Respon Komisi VI

“Pemerintah mendirikan PII 2009, kesadaran akan pentingnya keberadaan PII ini didukung dengan didirikannya PII, pemerintah memberikan modal ke PII sampai tahun 2023 itu sudah Rp10,65 triliun pemerintah menambahkan modalnya ke PII,” ucap Meirijal dalam Media Briefing DJKN di Jakarta, 8 Desember 2023.

Lalu, ia menambahkan bahwa, berdasarkan PMN yang telah diberikan tersebut telah menghasilkan total investasi yang dijamin oleh PT PII mencapai Rp411 triliun dengan total eksposur atau risiko penjaminan infrastruktur mencapai Rp80 triliun.

“Total investasi yang sudah dijamin oleh PII itu Rp411 triliun, bayangkan dari modal Rp10,65 triliun itu PII sudah berani menjamin projek senilai Rp411 triliun, dengan eksposur ataupun risiko Rp80 triliun,” imbuhnya.

Baca juga: Menko Airlangga: 301 Pemda Masih Ngeluh Soal Infrastruktur Digitalisasi

Adapun, hingga kuartal III-2023 PT PII telah melaksanakan penjaminan infrastruktur dengan total proyek sebanyak 39 proyek infrastruktur dengan skema KPBU dan non-KPBU, serta delapan proyek non infrastruktur.

Lalu, penjaminan infrastruktur oleh PT PII meliputi berbagai sektor, diantaranya adalah sektor ketenagalistrikan, telekomunikasi, air minum, jalan, transportasi, pariwisata, dan konservasi energi. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Rupiah Babak Belur, Misbakhun Kritik Kebijakan BI yang Konvensional

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More

2 hours ago

Bank Mandiri Mau Gelar RUPST 29 April 2026, Simak Agenda Lengkapnya

Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More

3 hours ago

Siap-Siap! Bea Cukai Buka 300 Formasi CPNS Lulusan SMA Bulan Depan

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More

3 hours ago

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah, Begini Respons BI

Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More

3 hours ago

CIMB Perluas Segmen Affluent ASEAN Sejalan Strategi Forward30

Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More

4 hours ago

Cinema XXI (CNMA) Tebar Dividen Jumbo Rp980 Miliar, Ini Jadwal Pembayarannya

Poin Penting CNMA membagikan dividen Rp12 per saham, termasuk dividen interim Rp5 per saham. Pembayaran… Read More

5 hours ago